Guru SMP di Temanggung Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

Guru SMP di Temanggung Tetap Berkarya di Tengah Pandemi
Guru SMP di Temanggung Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pandemi Covid-19 bkan menjadi penghalang bagi guru untuk terus berkarya, bahkan di SMPN 2 Selopampang Temanggung guru diwajibkan untuk menerbitkan minimal satu buku selama pandemi terjadi.

“Minimal satu buku untuk satu guru, semakin banya akan semakin bagus,” kata Kepala sekolah SMPN Selopampang Ugi Utami, M Pd kemarin.

Ia mengatakan, penerapatan aturan ini bukan tanpa alasan, dengan adanya kewajiban ini maka guru akan lebih kreatif dan inovatif, terutama di bidang yang ditekuni setiap masing-masing guru.

Menurutnya, dengan program seperti ini, secara tidak langsung guru akan terus belajar dan berusaha meningkatkan kualitas dalam dunia pendidikan. Sebelum peraturan ini diberikan, pihaknya sudah melakukan pelatihan penulisan kepada seluruh guru di sekolahnya.

“Pelatihan sudah kami lakukan, setiap guru juga sudah mengikuti dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Baca juga
Pemkab Temanggung Maksimalkan Bantu Petani Tembakau Selama Panen Raya

Terkait dengan literatur untuk membuat buku sendiri, dirinya mengaku membebaskan kepada guru untuk memilih dan mencari literasi dari berbagai sumber seperti, dari internet, penelitian dan keseharian selama melaksanakan pembelajarana daring ini.

“Bebas, tapi tentunya bisa dipertanggungjawabkan dan yang terpenting harus sesuai dengan mata pelajaran atau bidang yang selama ini digeluti,” katanya. .

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang melanda bangsa ini jangan dijadikan sebagai salah satu alasan bagi guru untuk tidak berkarya, justru dengan terjadinya pandemi ini harus dimanfaatkan sebagai penyemangat guru dalam berkarya.

Dikatakan masa pandemi ini memberikan sedikit waktu luang bagi guru dan memungkinkan lebih dekat dunia online. Kalau biasanya guru disibukkan dengan aktivitas belajar mengajar dan pembimbingan siswa di dalam kelas, maka era ini guru lebih disibukkan dengan pengajaran dan pembimbingan lewat jaringan. Baik melaui telepon genggam maupun komputer, sebab sekolah harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui jaringan (online) tanpa tatap muka.

Artikel Menarik Lainnya :  Berkunjung ke Temanggung saat PPKM Level 3, Siap-siap Bawa Hasil Swab dan Bukti Vaksin!

“Banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan guru untuk berkarya, dari kesehariannya bisa dijadikan literasi atau acuan untuk menerbitkan sebuah buku,” katanya

Ia berharap, dengan adanya program ini kedepan guru-guru akan semakin bagus dalam melaksanakan tugasnya kepada siswa, selain itu guru juga bisa menjadi panutan bagi para siswa.

“Banyak hikmah yang bisa diambil dari pandemi ini,” katanya.

Seorang guru, Pitrang Dewantara, SPd mengatakan program satu guru satu buku ini bukan menjadi kendala bagi para guru, justru dengan program ini guru semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, dari puluhan guru yang mengajar, sebagian sudah ada yang selesai membuat satu buku, bahkan beberapa guru sudah menyelesaikan lebih dari satu buku.

“Ini menunjukan antusias dan bersemangat guru dalam mengikuti program tersebut. Bahkan ada beberapa guru yang telah menyelesaikan lebih dari satu buku. Harapannya buku-buku yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Serta menambah ilmu dan wawasan, baik untuk penulis maupun orang lain,” katanya. (Set)