Guru dan Pendidik di Temanggung Jalani Test Swab Kedua

SWAB. Sejumlah guru sedang menjalani swab di salah satu puskesmas di Temanggung.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
SWAB. Sejumlah guru sedang menjalani swab di salah satu puskesmas di Temanggung.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Guru dan tenaga pendidik di semua tingkat satuan pendidikan di Temanggung wajib menjalani tes usap (swab). Sebelum menjalankan aktivitas belajar mengajar tatap muka yang rencananya akan dimulai Senin, 6 September 2021 pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo mengatakan, sebelumnya saat persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) semua guru sudah menjalani tes usap. Namun saat ini setidaknya ribuan guru yang ada di Temanggung kembali wajib menjalani tes usap.

Agus Sujarwo merinci jumlah guru dan tenaga kependidikan yang didaftar menjalani swab sebanyak 8.438 yang terdiri dari PAUD 2.046 orang, SD 4.712 orang dan SMP 1.680 orang.

“Persiapan dan simulai PTM sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, namun kini guru dan tenaga pendidik wajib menjalani tes swab lagi,” tegasnya, kemarin.

Ia mengatakan, tes usap untuk guru dan tenaga pendidik sendiri sudah dimulai sejak tanggal 1 September dan direncanakan selesai tanggal 4 September 2021.

“Kami sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Temanggung untuk pelaksanaan tes swab untuk guru dan tenaga pendidik. Dalam waktu empat hari pelaksanaan swab dipastikan akan selesai,” jelasnya.

Dikatakan, pelaksanaan tes swab sendiri dilakukan di sejumlah puskesmas. Guru dan tenaga pendidik akan menjalani tes di puskesmas di masing-masing daerahnya.

“Setiap kecamatan di Temanggung sudah ada puskesmasnya, dipastikan tidak ada kerumunan, pelaksanaan tes swab juga sudah dijadwalkan oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Dari hasil tes swab ini, jika ada guru yang hasilnya reaktif, maka tidak akan diperkenan untuk ikut melaksanakan PTM. Mereka tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh.

“Makanya tes swab ini sangat penting dilakukan sebelum PTM dimulai,” tukasnya.

Secara teknis pelaksanaan PTM sudah disiapkan oleh setiap satuan pendidikan di Temanggung, mulai dari sarana prasarana dan aturan pelaksanaan PTM di tengah pandemi Covid-19 ini.

Artikel Menarik Lainnya :  Ratusan Pelaku Seni Budaya Sudah Divaksin, Bupati Temanggung : Hajatan dan Kesenian Bisa Kembali Digelar

“Guru masuk dan aturan lainnya masih mengacu pada ketentuan dari Kementrian Pendidikan, ketika kita berada di level 3 maka sektor yang nonesensial hanya diperkenankan 50 persen,” jelasnya.

Agus menambahkan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga telah mengeluarkan surat edaran no 800/3444/IX/2020 perihal swab antigen bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang ditujukan pada satuan pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP negeri maupun swasta. (set)