Guru dan Karyawan Ikuti Workshop Kompetensi Pembelajaran HOTS

WORKSHOP. Guru Dan karyawan SMP Mutual Kota Magelang ikuti workshop Kompetensi Pembelajaran HOTS selama 3 hari.
WORKSHOP. Guru Dan karyawan SMP Mutual Kota Magelang ikuti workshop Kompetensi Pembelajaran HOTS selama 3 hari.

SMP Mutual Siapkan Semester Genap

MAGELANGEKSPRES.COM, KOTA MAGELANG – Sebanyak 47 guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang mengikuti kegiatan workshop jelang semester genap. Kegiatan ini dilaksanakan disekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Senin-Rabu (3-5/1).

Workshop mengangkat tema “Menumbuhkan Siswa Kritis, Adaptif melalui desain pembelajaran HOTS”. Kegiatan ini diisi oleh narasumber yang berkompeten, Nur Zaida. Selain menjadi penulis buku ajar, perempuan yang bergelar doktor ini juga sebagai pengawas sekolah di Kota Semarang. Pengalamannya yang juga menjadi instruktur nasional memberikan banyak inspirasi.

Wasi’un selaku kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menambah kompetensi guru karyawan ada beberapa program. Selain melalui workshop setiap jeda semester, setiap bulan juga ada wadah diskusi yang dikenal dengan Mutual Teacher Club.
“Kita mendorong guru karyawan agar tidak bosan untuk belajar. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi

kan para guru mengecas kembali dalam mengasah pengalama,”katanya.
Selain itu, workshop kali ini sengaja mengangkat tema pembelajaran HOTS. Harapannya para guru dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas dan evaluasi (soal) yang lebih berbobot.

Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Solichin. Dalam sambutannya, dirinya mengapresiasi SMP Mutual yang terus bergerak dalam melejitkan prestasi.

“Sekolah swasta harus mampu memberikan kurikulum pembeda dengan yang lain. Hal ini yang akan menjadi daya tarik,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Edy Sucahyo selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM juga menyampaikan bahwa SMP Mutual tidak boleh merasa puas. Capaian-capaian prestasi harus ditingkatkan. Termasuk bagaimana membangun sebuah kepercayaan publik.

“Saat awal, branding lembaga itu penting. Namun dalam perjalanannya, promosi paling ampuh adalah dari mulut ke mulut. Maka disini para guru karyawan dituntut untuk memberikan layanan terbaik dan berkualitas,”ujarnya. (hen)

Artikel Menarik Lainnya :  Aplikasi Buatan Guru SMK di Batang Permudah Ujian. Meski Tanpa Sinyal dan Kuota