Gunakan Metode Hybrid Learning, PTM Terbatas hanya Diikuti oleh 50 Persen Siswa

TATAP MUKA. SMA Negeri 1 Kota Mungkid laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan metode hybrid learning.
TATAP MUKA. SMA Negeri 1 Kota Mungkid laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan metode hybrid learning.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – SMA Negeri 1 Kota Mungkid menjadi salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Magelang.

Kepala SMA Negeri 1 Kota Mungkid, dra Ani Ardi Suprijani MPd, mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas menggunakan metode pembelajaran hybrid learning, yakni 50 persen siswa masuk dan 50 persen lainnya mengikuti pelajaran secara daring.

“Pembelajaran memakai hybrid learning, guru mengajar tatap muka dan daring dengan siswa yang dirumah secara bersamaan. Oleh karenanya setiap kelas sudah ada PC dan webcam-nya,” terang Ani.

Dalam pelaksanaan PTM terbatas ini, sekolah yang dipimpinya, hanya melaksanakan empat jam pelajaran setiap harinya, dengan durasi dua jam setiap pelajaran. “Saat ini 10 kelas namun hanya 50% siswa yang masuk disetiap kelas, jadi setiap kelas maksimal 18 siswa. Dengan empat jam pelajaran setiap harinya.

Harapannya, kedepan nanti secara bertahap InsyaAllah kelas akan bertambah. Selain itu sekolah kami juga sudah dilengkapi dengan sarana prasarana prokes,” papar Ani.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr Nikmah Nurbiaty S.Pd, M.Pd, mengatakan, sejak tanggal 1 September 2021 kemarin, beberapa sekolah jenjang SMK/SMK di Kabupaten Magelang sudah melaksanakan PTM Terbatas.”Yang sudah melaksanakan PTM terbatas di Kabupaten Magelang adalah SMK Ngablak, SMK Pangudi Luhur, SMAN Kota Mungkid, dan SMA Salaman per tanggal 1 September 2021. Sedang SMA Vanlith mulai tanggal 6 September ini bersama SMA Taruna Nusantara,” jelas Nikmah.(cha).

Artikel Menarik Lainnya :  Mayoritas Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Rawan Bencana