GMWB Tuntut Pemerintah Bekukan Izin FPI

DEMO. Polres Wonosobo beserta Kodim 0707 Wonosobo melakukan pengamanan aksi demo GMWB yang menuntut pembekuan izin FPI .
DEMO. Polres Wonosobo beserta Kodim 0707 Wonosobo melakukan pengamanan aksi demo GMWB yang menuntut pembekuan izin FPI .

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu (GMWB) menggelar aksi unjuk rasa di Taman Plaza Wonosobo. Mereka menuntut izin ormas Front Pembela Islam (FPI) tidak perlu diperpanjang atau dibekukan.

“Kita mendukung langkah TNI dan Polri dalam penanganan terhadap ormas radikal seperti FPI. Kita juga mendorong pemerintah tidak usah memberikan izin kepada ormas radikal pemecah belah bangsa,” ungkak Korlap Aksi, Muhammad Kurniyanto.

Aksi massa diikuti oleh beberapa ormas pemuda yang ada di wonosobo. mereka memajang baliho berisi penolakan dan kecaman kepada HRS dan FPI. Massa juga melakukan pembakaran ban di pinggir jalan. aksi mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI, dan peserta aksi diminta bubar lantaran berpotensi terjadi kerumunan

Menurutnya, garda tersebut menolak cara-cara ormas FPI yang terus menebarkan ucapan-ucapan kebencian serta mendorong perpecahan. Demo yang digelar tersebut sejatinya masih dalam pemanahan, dan jumlah massa yang hadir juga dibatasi.

“Ini masih pemanasan, kalau tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, kami tidak bisa membendung aksi lebih besar. Kita masih menghromati, lantaran ini suasana pandemi, sehingga yang datang hanya perwakilan saja,” katanya.

Baca Juga
Kasus Covid-19 Melonjak, Walikota Bakal Evaluasi Cuti Panjang

Pria yang akrab dipanggil Antok itu juga mengatakan,  jumlah anggota FPI di Wonosobo meski tidak banyak namun terus melakukan upaya provokasi melalui media massa. Mereka bergerak secara tertutup. Namun ormas kepemudaan di Wonosobo sudah mampu mengindeitifkasi setiap gerakan mereka.

“Kelompok kecil ini  kalau dibiarkan nantinya akan beranak pinak dan bisa memberontak negara. Indonesia harus dijaga bersama dari radikalisme demi keutuhan NKRI,” tandasnya

Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Ani Sugiharto menyampaikan, bahwa demo dari Garda Masyarakat Wonosobo Bersatu untuk menolak pimpinan FPI, dan meminta kepada pemeirntha untuk bertindak tegas terhadap ormas tersebut yang dianggap sudah meresahkan dan memecah belah bangsa.

“Aliansi masyarakat Wonosobo ini sangat mendukung TNI-Polri untuk menegakan dan tetap memegang teguh keutuhan NKRI dan juga kondusifitas di wilayah Wonosobo,” katanya.

Namun untuk antisipasi dan pencegahan penularan covid-19 di Kabupaten Wonosobo Polres Wonosobo dibantu Kodim 0707 Wonosobo dengan tegas membubarkan masa, lantaran berpotensi melanggar protokol kesehatan, yaitu terjadi kerumunan massa.

“Kami sudah terima aspirasi itu, dan peserta demo bersedia membubarkan aksinya demi pencegahan covid-19. Sesuai penegakan UU kesehatan yang berlaku,” terangnya.

Sedangkan, Dandim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat mengucapkan terima kasih aksi demo itu mendukung aparat pemerintah TNI-Polri dalam melaksanakan tugas untuk bersama-sama menjaga Wonosobo tetap aman dan kondusif.

“Kami menghimbau kepada semua pihak  untuk menjaga kerukunan di Wonosobo. Sehingga Wonosobo tetap aman, damai dan tetap kompak,” pungkasnya. (gus)