Gerakan Tanah Kembali Picu Pecahnya Pipa

KEBUT - Pekerja lapangan berjibaku melakukan kerja lembur untuk percepatan penyambungan pipa milik PDAB yang kembali pecah di Kalibakung, 

 MAGELANGEKSPRES.COM,SLAWI – Sejak bencana pergeseran tanah di kawasan Kalibakung yang berdampak pada pecahnya jaringan perpiaan milik PDAB Provinsi Jawa Tengah, hingga kini proses pengelasan jalur perpipaan masih terus dikerjakan. Praktis sudah sepekan paska musibah pergerakan atau pergeseran tanah pola pengerjaan perbaikan jaring perpiaan tersebut dilakuklan.

Direktur Utama Perumda Tirta Ayu Brahmono Weko Pujiono melalui Direktur Operasional Edy Sofyan didampingi Kabag Teknik Nandang Indradani menyatakan, upaya percepatan perbaikan jalur perpipaan hingga saat ini terus dilakukan. ” Patahnya jalur perpipaan milik PDAB di Kalibakung yang terjadi Sabtu ( 13/2) awalnya ada di 10 titik. Melalui percepatan perbaikan sempat menyisakan 4 titik. Saat ini muncul satu titik pecahan baru, dan pecahan yang sudah tertangani dititik ketiga kembali mengalami pecah,” ujarnya Jumat ( 19/2) pagi kemarin.

Keduanya mengaku percepatan penyempurnaan jaringa perpipaan milik PDAB Provinsi Jawa Tengah itu lebih banyak terkendala tidak stabilnya kondisi tanah yang terus bergerak, yang dipicu bayaknya kendaraan besar yang melintas di kawasan Kalibakung. ” Setidaknya ada sekitar 20.318 pelanggan Perumda Tirta Ayu Kabupaten Tegal yang terus menanyakan progres perbaikan yang saat ini dilakukan rekan – rekan dilapangan. Kami sementara ini hanya bisa mencukupi kebutuhan air yang dibutuhkan pelanggan dengan layanan droping gratis,” cetusnya. Pelanggan di tiga kecamatan seperti Adiwerna, Dukuhrturi, dan Talang diakuinya hingga hari ini aliran airnya mati total.

Pihak PDAB Provinsi Jawa Tengah pun terus melakukan langkah koordinasi dengan pihak Perumda Tirta Ayu terkait insiden pecahnya pipa trasmisi akibat pergerakan tanah di Kalibakung. ” Dalam koordinasi yang kita gelar, ada rencana dari pihak PDAB untuk mengganti jaringan perpipaan baru sepanjanfg 1,5 kilometer. Dan ini baru wacana yang disampaikan provinsi. Harapan kami, musibah bencana alam di Kalibakung ini tidak merembet di wilayah Dukuhbenda Kecamatan Bumijawa. Disana juga ada jaringan perpipaan yang selama ini memasok kebutuhan air ke pelanggan kita,” ungkapnya. ( her)

Artikel Menarik Lainnya :  16 Ibu Hamil Meninggal Karena Covid-19