Gerakan BISA Dorong Pemulihan Pariwisata di Purworejo

BANTUAN. Penyerahan simbolis bantuan aspirasi berupa peralatan kebersihan dari Kemenparekraf kepada masyarakat pengelola wisata saat pelaksanaan Gerakan BISA di Pantai Jatimalang,
BANTUAN. Penyerahan simbolis bantuan aspirasi berupa peralatan kebersihan dari Kemenparekraf kepada masyarakat pengelola wisata saat pelaksanaan Gerakan BISA di Pantai Jatimalang,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Berbagai sektor di Kabupaten Purworejo, termasuk pariwisata, terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Sektor tersebut terus didorong untuk pulih dan bangkit kembali, salah satunya melalui Gerakan “Bersih, Indah, Sehat, Aman” (BISA) yang dilaksanakan di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi.

Rangkaian kegiatannya antara lain penyerahan secara simbolis bantuan aspirasi berupa 120 unit peralatan kebersihan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada masyarakat pengelola wisata, sosialisasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, dan bersih-bersih pantai.

Penyerahan bantuan aspirasi dilakukan Senin (10/8) oleh Lanny Setiawati Direktorat Promosi Wista Minat Khusus Kemenparekraf, Anggota DPR RI Dapil Jateng VI Bramantyo yang diwakili Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Yophi Prabowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Wibowo, serta Camat Purwodadi Hartono.

“Gerakan BISA yang kita laksanakan di Pantai Jatimalang yang indah ini bertujuan untuk mendukung kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata,” kata Anggota DPR RI Dapil Jateng VI, Bramantyo, melalui Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Yophi Prabowo.

Gerakan BISA, lanjutnya, merupakan rangkaian program pemulihan pariwisata yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dan merupakan wujud nyata kepedulian Bramantyo, sebagai wakil rakyat dari Dapil Jateng VI, terhadap dunia pariwisata di Kabupaten Purworejo.

Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah juga tidak luput dari dampak Covid-19. Sebanyak 690 destinasi wisata dan 103 hotel di Jawa Tengah terpaksa ditutup untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Padahal, terdapat 38.600 orang yang menggantungkan hidup dari tempat-tempat wisata tersebut. Data terakhir juga menunjukkan bahwa untuk Provinsi Jawa Tengah baru terealisasi 9 juta wisatawan dari target 20 juta wisatawan.

Artikel Menarik Lainnya :  Arung Jeram Potensi Andalan Sport Tourism di Kecamatan Loano Purworejo

“Kami di DPR RI mengkaji, mendengarkan, dan memperjuangkan aspirasi dari beragam pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia. Kami juga terus bekerja sama dengan Kemenparekraf RI dalam mencari solusi untuk mempercepat langkah pemulihan pariwisata di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga
81 Desa di Purworejo Terima Bantuan Keuangan Rp15,7 Miliar

Dari hasil kajian dan aspirasi tersebut, kebersihan, kesehatan, dan keamanan merupakan kunci utama pemulihan pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru. Aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan akan menjadi aspek yang diutamakan oleh wisatawan dalam memilih destinasi. Selain itu, di era pascapandemi, wisata alam diperkirakaan akan menjadi destinasi yang paling diminati.

“Oleh karena itu, kita harus bangkit dan bersiap-siap untuk mengambil kesempatan ini. Kita harus bersinergi dalam membangun kepercayaan turis dan membangun citra positif Purworejo, khususnya Pantai Jatimalang, sebagai destinasi yang indah, sehat, aman, dan bersih,” tegasnya.

Pihaknya mengajak agar Gerakan BISA menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas kebersihan, kesehatan, dan keamanan serta meningkatkan daya saing destinasi pariwisata di Purworejo.

“Kita harus optimis, tetapi tetap waspada dan disiplin. Jangan sampai destinasi yang sudah dibuka justru ditutup lagi karena menciptakan klaster baru karena sebagaimana kita ketahui, jumlah kasus Covid-19 masih meningkat di Indonesia, begitu pula di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Lanny Setiawati dari Direktorat Promosi Wista Minat Khusus Kemenparekraf mengungkapkan, dalam masa pandemi ini Gerakan BISA diperkenalkan untuk memberdayakan masyarakat, untuk menjaga kawasan wisata dengan meneraokan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Sehingga ketika wisatawan datang, pengelola juga sudah siap,” ungkapnya. (top)