Genjot Event Wisata, Pemkab Siap Gandeng Komunitas

Genjot Event Wisata, Pemkab Siap Gandeng Komunitas
Bupati Agus Bastian SE MM saat memberikan sambutan pada kegiatan Critical Voice Point (CVP), kemarin. Foto: lukman/purworejo ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Keberadaan komunitas dinilai sangat penting dalam rangka mendorong pariwisata di Kabupaten Purworejo. Bersama dengan masyarakat, komunitas diharapkan dapat menggelar berbagai event yang dapat menggeliatkan sektor perekonomian masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM pada kegiatan Critical Voice Point (CVP) di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (2/8). CVP kali ini mengusung tema Geliat Pariwisata Bersama Komunitas.

Bupati menambahkan, saat ini sektor pariwisata di Purworejo mulai menggeliat setelah hampir 2,5 tahun terseok-seok karena pandemi. Dirinya berharap kondisi ini akan terus membaik seiring terus berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo.

“Saya berharap perkembangan wisata kita dapat mengikuti perkembangan wisata di wilayah tetangga kita seperti Jogja. Saya berharap kepada masyarakat, komunitas Bumdes untuk studi tiru ke Jogja. Tidak apa-apa untuk meniru, nantinya kita bisa memindahkan nuansa itu ke Purworejo, katanya.

Dirinya meyakini bahwa pariwisata di Purworejo cukup potensial jika memang ingin dikembangkan. Untuk itu masyarakat diminta tidak hanya tergantung pada pemerintah dalam mengembangkan wisata. Pemerintah akan tetap mendukung dengan memberikan sedikit pengungkit agar lebih bergairah dalam membangkitkan pariwisata.

“Untuk melakukannya perlu kebersamaan, mari bersama-sama membangun Purworejo dengan segenap semangat yang luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinporapar Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho SSTP MSi saat menjadi narasumber mengatakan, dalam RPJMD Kabupaten Purworejo tahun 2021-2026 terdapat satu program unggulan yakni Dolan Purworejo.

Program ini menjadi program strategis untuk memajukan khususnya sektor pariwisata di Kabupaten Purworjeo. Selain itu juga bisa menjadi lokomotif yang menarik banyak sektor untuk bisa berkolaborasi mendukung perekonomian daerah.

“Kita memiliki waktu untuk mempersiapkannya, paling tidak dua tahun kedepan atau menjelang tahun 2025, karena visi Purworejo adalah Purworejo berdaya Saing 2025,” kata Aan.

Dalam dua tahun kedepan pihaknya akan menyusun dua strategi. Pertama menyediakan destinasi unggulan. Kedua membuat atraski pariwisata menggunakan event skala regional, nasional dan internasional.

“Dalam dua tahun ini, tidak semua wisata kita sentuh tetapi kita mencoba membuat skala prioritas untuk menciptakan atau menghadirkan titik-titik destinasi prioritas,” terang Aan.

Paling tidak ada empat titik prioritas yang menjadi fokus. Pertama kawasan selatan yakni Pantai Jatimalang atau Pantai Dewaruci yang akan dibranding dengan dua hal, yakni kuliner dan tempat penyelenggaraan event skala nasional.

Titik prioritas kedua yakni kawasan perkotaan yakni kawasan alun-alun dan sekitarnya. Titik prioritas ketiga adalah kawasan penyangga kawasan otoritatif Borobudur, yakni dari Kecamatan Bener, Loano dan Kaligesing yang akan menjadi etalase Purworejo dari timur.

Sedangkan titik prioritas keempat yaitu kawasan wisata minat khusus di Bruno, Kemiri dan Pituruh. Kawasan ini diperuntukkan bagi wisatawan yang minat saja karena lokasinya cukup jauh. Nantinya akan digelar event yang memiliki daya tarik minat militansi yang luar biasa.

“Tidak semua event yang digelar nantinya diinisiasi oleh pemerintah. Strateginya kita balik, yuk kita gelar event yang berbasis komunitas. Pemerintah akan hadir dan memfasilitasi event yang diinisasi oleh komunitas. Mari kita bergandengan tangan, agar dari Januari sampai Desember Purworejo penuh dengan event agar geliatnya dirasakan masyarakat,” imbuh Aan. (luk)