Gelombang Laut Tinggi, Air Terjang Saung Pantai Ketawang

MELUAP. Air laut pasang cukup tinggi hingga meluap mengenai Saung-saung yang ada di pinggiran Pantai Kecamatan Grabag,
MELUAP. Air laut pasang cukup tinggi hingga meluap mengenai Saung-saung yang ada di pinggiran Pantai Kecamatan Grabag,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Gelombang air laut di perairan selatan Kabupaten Purworejo mengalami pasang sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, tingginya gelombang menyebabkan masuknya air laut ke dalam saung-saung atau warung yang berada di Pantai Ketawang Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag, Selasa (26/5). Beruntung, kejadian itu tidak sampai menimbulkan kerusakan parah dan tidak ada pengunjung yang berada di objek wisata.

Camat Grabag Ahmad Jainudin saat dikonfirmasi menyebut kejadian air pasang yang masuk lebih dalam ke daratan itu terjadi mulai sekitar pukul 10.00. Naik turun air laut itu terjadi sekitar 1 jam.

“Alhamdulillah, semua baik-baik saja dan tidak menimbulkan kerusakan,” sebutnya.

Menurutnya, air pasang itu tidak hanya terjadi di Pantai Ketawang. Tercatat pantai yang terdampak di Kecamatan Grabag adalah Pantai Jetis, Pantai Genjik, dan Pantai Kertojayan.

“Cuma yang agak parah karena masuk ke dalam adalah Pantai Ketawangrejo dan Pantai Jetis. Sementara yang lain tidak sampai,” katanya.

Baca Juga
Kabar Gembira ! Selama Empat Hari, di Kabupaten Magelang Zero Positif Corona

Dijelaskan, air dapat masuk hinggal saung di Ketawang dan Jetis karena kondisi pantai yang lebih landai. Sementara untuk pantai yang lain relatif lebih tinggi tebingnya.

Adanya kejadian itu membuat pihaknya meminta agar masyarakat yang tinggal di dekat pantai untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu saluran sungai Wawar yang melewati wilayahnya juga meluap.

“Saya sedang memantau kondisi sungai di Bendungan (Grabag). Ada air kiriman dari atas,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Edy Purwanto mengungkapkan adanya pergerakan air laut yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Kondisi ini biasa terjadi jika ada pergantian suhu dengan cepat.

“Setiap kali panas dan tiba-tiba mendung dan hujan memicu pergerakan air laut. Tidak hanya di Purworejo, kejadian ini juga terjadi di beberapa wilayah yang ada di pantai selatan Jawa,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi resmi yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Selman Jogjakarta pada Selasa (26/5) diketahui bahwa globing laut tinggi perairan selatan DIY dan sekitarnya akan berlangsung sepekan ke depan, 26-31 Mei 2020. Tinggi gelombang diprediksi bervariasi setiap harinya, antara 2,5 meter hingga 5 meter. Himbauan khusus diberikan kepada masyarakat agar tidak mandi di laut. Nelayan untuk sementara tidak melalut dan menambatkan kapal di tempat yang aman. (top)