Gelar Wayangan, Ansor Kutuk Aksi Terorisme

Ketua PC GP Ansor Purworejo Ky Habib Anwar saat menyerahkan lakon wayang kepada dalang Ky Ahmad Hanafi.
WAYANGAN. Ketua PC GP Ansor Purworejo Ky Habib Anwar saat menyerahkan lakon wayang kepada dalang Ky Ahmad Hanafi.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO — Munculnya gerakan terorisme yang pekan ini menggegerkan negeri menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Ky Khabib Anwar. Ia mengutuk keras aksi terorisme tersebut seraya menyampaikan bahwa gerakan terorisme tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Purworejo bersama PAC GP Ansor Butuh, kemarin malam di Kompleks Masjid An Nur Langenrejo, Butuh, Purworejo.

“Kami menyayangkan dan mengutuk keras terhadap aksi terorisme yang mengatasnamakan agama Islam. Menurut kami, aksi terorisme yang dilakukan itu sangatlah jauh dari ajaran agama Islam,” katanya.

Lebih lanjut Khabib mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dengan mengejar pelaku terorisme sampai ke akar-akarnya. “Kami mengapresiasi aparat kepolisian yang bekerja keras melakukan penangkapan aktor-aktor dibalik kegiatan teror yang mereka lakukan,” katanya.

Baca Juga
Resmi Ditutup, Hasil TMMD Diserahkan ke Pemkab

Pihaknya mengimbau kepada seluruh kader Ansor yang ada di Purworejo untuk meningkatkan kewaspadaannya dan pro aktif mengkoordinasikan dengan jajaran PC GP Ansor jika di wilayahnya terdapat gerakan-gerakan yang mencurigakan. Informasi tersebut sangatlah penting sebagai langkah antisipasi yang nantinya akan di teruskan kepada aparat kepolisian agar dapat segera diambil upaya prefentif.

Pada bagian lain, pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Semar Mbangun Kayangan tersebut digelar secara dari melalui channel youtube Salinda 797. Kyai Ahmad Khanafi sebagai sang dalang menyampaikan bahwa kayangan dalam ceritanya tersebut memiliki makna membangun peradaban manusia agar lebih baik lagi.

“Peradaban yang baik tentunya adalah dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama karena ketaatan beragama akan menuntun umat manusia berperilaku baik dan tidak merugikan orang lain seperti yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia adanya sekelompok orang yang menyerang orang lain dengan dalih jihad. Tentu tindakan terorisme itu tidak dapat dibenarkan,” katanya. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Gelar FGD, DPRD Purworejo Siapkan Raperda FPP