Gelar Karya Pesona Nusantara Kecantikan SMK Negeri 3 Magelang

MUA. Tampilan Talent dan MUA dari para siswa Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Magelang. (foto : dokumen smkn3 magelang)
MUA. Tampilan Talent dan MUA dari para siswa Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Magelang. (foto : dokumen smkn3 magelang)

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Para siswa Tata Kecantikan tampil memukau dalam event gelar karya dengan tema “PESONA NUSANTARA” pada Selasa 15/3/2022 dalam mendukung kegiatan acara Pelantikan Pengurus DPC Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia) Kabupaten Magelang di Borobudur Edu Park Jln Magelang-Yogyakarta Batikan Pabelan Mungkid Magelang.

Pelantikan pengurus DPC Tiara Kusuma Kabupaten Magelang dengan Aluysia Murianingsih sebagai ketua terpilih sekaligus sebagai mitra Dunia Kerja bagi Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Magelang dari pimpinan Salon Ria Borobudur. Acara berlangsung sangat hidmat dan meriah dihadiri oleh Ketua DPD Tiara Kusuma Jawa Tengah  Ratna Kenis, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin, S.E., pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, para pengusaha salon dan Kepala SMK Negeri 3 Magelang Mila Yustiana, S.Pd. M.MPar.

Mendapat kesempatan untuk menampilkan hasil karya kompetensi bidang kecantikan maka “Pesona Nusantara” menjadi pilihan tema untuk menunjukkan Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Magelang.

Tema yang diangkat untuk mempersatukan ide rias wajah dan penataan rambut yang mewakili beberapa kompetensi atau pelajaran yang didapatkan diantaranya rias wajah, penataan sanggul, rias fantasi, rias carnival, body painting dan nail art.

Diperagakan oleh empat model (Elsha Retna Sari, Catleya Khanza Amalia Nugroho, Dea Shifa Savira, dan Anthuriana Isma Putri) dan dikerjakan oleh MUA yang berasal dari para siswa Kecantikan. Sebagai narator Aurellia Sekar Larasati menyampaikan karya yang ditampilkan yaitu Evening Makeup dengan riasan bold yang memberi kesan sederhana tetapi tetap anggun dan elegant, menggunakan penataan rambut back mess.

TALENT. Para Talent dan MUA siswa Tata Kecantikan didampingi kepala SMKN 3 dan para guru serta Ketua DPC Tiara Kusuma Kab Mgl Aluysia Murianingsih. (foto : dokumen smkn3 magelang)
TALENT. Para Talent dan MUA siswa Tata Kecantikan didampingi kepala SMKN 3 dan para guru serta Ketua DPC Tiara Kusuma Kab Mgl Aluysia Murianingsih. (foto : dokumen smkn3 magelang)

Karya kedua adalah Rias Gala berupa penataan sanggul back mess yang mengikuti trend 2022 menggunakan teknik sirip yang cukup rumit memberikan kesan penataan sanggul yang mewah dan exlusive. Pada penampilan rias fantasi terinspirasi dari keindahan biota laut yang diwujudkan dalam gambar face painting dan nail art yang dikenakan, penataan rambut berupa miniatur karang laut serta ikan dan biota laut lainnya menambah keindahan serta menginspirasi laut nusantara.

Karya keempat berupa rias carnival dengan judul pesona puspa nusantara merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap sampah atau limbah yang tidak terpakai.. menunjukkan bahwa sampah dapat diberlakukan dengan baik akan memberikan keindahan dan bermanfaat. Bahan bekas, rycicle menjadi hasil olah baru yang dibuat sedemikian rupa untuk menjadi sebuah baju yang cantik.  Hal ini menjadi ajang untuk peduli lingkungan dan selamatkan bumi.

Penampilan karya terbaik para siswa Tata kecantikan mendapat sambutan dan apresiasi yang luar biasa dari para pengusaha salon. Apalagi penampilan Rias pengantin yang dilakukan oleh siswa yang sedang menjalankan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Salon Ria Borobudur menunjukkan bahwa kompetensi yang dihasilkan sudah mampu sejajar dengan para pengusaha salon yang sudah profesional.

Dan kami menyambut dengan senang hati dapat bergabung dengan pagelaran ini.

Mila Yustiana, S.Pd.,M.M.Par selaku kepala SMK Negeri 3 Magelang menyampaikan bahwa kehormatan siswa Tata Kecantikan dapat tampil dalam acara tersebut sebagai upaya mengenalkan kompetensi yang sudah didapatkan kepada para pengusaha salon dan masyarakat.

Hasil karya yang ditampilkan sebagai bukti kemampuan anak-anak sudah layak mendapatkan pengakuan. (adv/tim jurnalistik Skaniga, Mae)