Gelar Budaya di Tepian Kali Bogowonto, Gusdurian Tebar Pesan Kebersamaan dan Kedamaian

PENTAS. Pentas Wayang Santri menjadi salah satu sajian gelar budaya yang digelar oleh Gusdurian Purworejo dan GP Ansor. (Foto lukman)
PENTAS. Pentas Wayang Santri menjadi salah satu sajian gelar budaya yang digelar oleh Gusdurian Purworejo dan GP Ansor. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Jaringan Gusdurian menggandeng GP Ansor dan sejumlah elemen lain mengadakan kegiatan gelar budaya di tepian Sungai Bogowonto, kemarin.

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 tersebut mengambil tema Kemerdekaan dalam Kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemuda lintas agama serta para seniman.

Sebagai pembuka, tamu undangan disambut dengan sajian musik akustik dari komunitas Gema Sudra Kutoarjo (GSK), dilanjutkan dengan pementasan wayang santri oleh Kyai Hanafi dari Butuh Purworejo dan dilanjutkan dengan parade pembacaan puisi oleh para seniman. Kegiatan di pungkasi dengan diskusi dan doa lintas iman untuk Indonesia.

Koordinator Jaringan Gusdurian Purworejo, Muhammad Hidayatullah mengungkapkan, agenda gelar budaya dan dialog kebangsaan tersebut merupakan ikhtiar Jaringan Gusdurian Purworejo untuk terus menyemai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Gus Dur.

Dikatakannya, ada sembilan nilai yang Gus Dur wariskan diantaranya, Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Kesederhanaan, Persaudaraan, Kekesatriaan, dan Kearifan Tradisi.

“Secara organik, kami telah banyak berkegiatan selama ini dengan anak-anak muda lintas agama di Kabupaten Purworejo. Kebetulan bulan ini pas peringatan kemerdekaan, jadi temanya kami sesuaikan,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam sessi diskusi, pihaknya menghadirkan sejumlah tokoh pemuda Purworejo yang memiliki visi besar untuk turut serta dalam merawat kebersamaan di Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, salah satu narasumber yang juga merupakan inisiator Jaringan Gusdurian Purworejo, Eko Januar Susanto mengungkapkan, bahwa dirinya merasa terpanggil untuk ikut serta dalam agenda-agenda Gusdurian karena memang nilai-nilai warisan Gus Dur itu sejalan dengan apa yang ia pikirkan. Meski bukan berasal dari kalangan santri, nilai-nilai tersebut mudah dipahami dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Terlihat sederhana, namun tidak cukup mudah untuk mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Itulah spirit yang mendasari perjuangan kita karena tantangannya juga nyata,” kata Sekjend DPD KNPI Purworejo ini. (luk)