Gelapkan Barang Senilai Miliaran Rupiah, Seorang Mantan General Manager Diamankan Polisi

PENGGELAPAN. Kedua tersangka penggelapan dan penadahan berhasil diamankan oleh Polres Magelang.
PENGGELAPAN. Kedua tersangka penggelapan dan penadahan berhasil diamankan oleh Polres Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– Polres Magelang berhasil mengamankan pelaku tidak pidana penggelapan dalam jabatan dan penadahan senilai miliaran rupiah. Peristiwa pidana tersebut terjadi pada kurun waktu Juni 2019 sampai dengan Juli 2020.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko, menerangkan, tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh orang yang memegang barang itu berhubung dengan pekerjaannya atau jabatannya atau karena ia mendapat upah uang sebagaimana di maksud dalam pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Tindak pidana barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan menjual, menyewakan, menukar, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap AKP Hadi, saat jumpa pers dengan wartawan di Mapolres Magelang, Rabu (26/8/2020).

Dalam kasus ini, tersangka mantan general manager PT Eti Fire Systems, NE, warga Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP.

Adapun modus operandi dengan cara memerintahkan bagian gudang untuk mengeluarkan barang-barang dari gudang dengan mengatakan bahwa packing slip (surat perintah pengeluaran barang) menyusul.

Kemudian barang-barang yang merupakan produk dari PT Eti Fire System dijual kepada orang lain tanpa melalui prosedur resmi penjualan dan tanpa sepengetahuan pimpinan  perusahaan, yang kemudian uang dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.

Baca juga
Diwajibkan Beli Masker, 300 Orang Terjaring Operasi Gabungan

Selain itu tersangka juga mempunyai kunci gudang perusahaan dan beberapa kali mengambil sendiri secara langsung barang-barang milik PT Eti Fire System di gudang.

Artikel Menarik Lainnya :  Anggotanya Ditangkap Densus 88, MUI Menegaskan Kasus Ini Jadi Bahan Introspeksi Internal

“Perusahaan tersebut bergerak pada penjualan paketan peralatan pemadam kebakaran yang dipasang di kapal pesiar atau alat berat. Setiap paket harganya mencapai Rp300 Ribu,” jelas AKP Hadi.

Selanjutnya, barang-barang tersebut, dijual kepada tersangka RK, yang melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 ayat (1) KUHP tersebut, dengan cara memesan barang-barang yang merupakan produk perusahaan tersebut kepada NE dan membelinya dengan harga yang lebih murah dari harga resmi.

Dari peristiwa tersebut, perushaan mengalami kerugian senilai Rp1.783.718.376,- (satu milyar tujuh ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus tujuh puluh enam rupiah) sebagaimana tertuang dalam Hasil Audit Tim Internal PT Eti Fire System Tanggal 22 Juni 2020.

“Perusahaan tersebut mengetahui adanya penggelapan setelah melakukan audit, ternyata jumlah barang tidak sesuai, kemudian melaporkan kepada Kepolisian,” papar AKP Hadi.(cha)