Gelap Mata! Cinta Ditolak Pisau Bertindak

Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag. (Foto lukman)
OLAH TKP. Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Desa Kedungkamal Kecamatan Grabag. (Foto lukman)

Pelaku Pembunuhan Seorang Guru Di Purworejo Masih Terus Diburu

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Jajaran kepolisian Polres Purworejo masih terus memburu pelaku pembunuhan seorang guru SMPN 10 Purworejo, Wira Akhadiyati (33) warga Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag Purworejo dua hari lalu. Diduga, pelaku adalah seorang pria berinisial AY (55), warga Desa Secang, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.

Menurut Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/11) mengatakan jika pihaknya masih terus melakukan pengejaran. “Kami juga sudah memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Untuk motifnya maish kita dalami karena masih simpang siur,” jelas Agus BY.

Pada saat hari berdarah Minggu pagi (31/10), ada saksi yang melihat terduga AY yang fotonya telah menyebar melalui media sosial datang naik sepeda motor ke rumah korban.

“Antara korban dan terduga pelaku memang sudah saling kenal. Saat kejadian anak korban yang berusia 5 tahun juga berada di rumah namun tidak menyaksikan peristiwanya, mungkin masih tidur kan kejadian pagi sekali,” lanjut Kasat Reskrim.

Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Dokkes Polda Jateng, penyebab kematian korban karena kehilangan banyak darah. Tusukan senjata tajam di dada bagian bawah menembus jantung. Korban meninggal dunia di RS Palang Biru Kutoarjo.

Sedangkan korban lain yaitu ibu kandung Wira, Rofingatun (66), saat ini masih dirawat intensif di RSUD Tjitrowardojo pasca menjalani operasi akibat luka-luka yang dideritanya.

“Kami mengimbau agar terduga pelaju segera menyerahkan diri. Cepat atau lambat pasti akan kami tangkap, karena identitasnya sudsh kami ketahui. Kami akan cari sampai ketemu, lebih baik menyerahkan diri,” pungkas Kasat Reskrim.

Diketahui AY pernah bekerja di rumah Wira sebagai tukang cat. Saat itulah tersangka menaruh hati pada korban. Tapi cintanya ditolak. Tersangka kemudian bekerja serabutan di sekitar tempat tinggal Wira dan orang tuanya. Wira, guru bahasa Inggris di SMPN 10 Purworejo, harus meregang nyawa di tangan lelaki yang nekad membunuh karena cintanya ditolak.

Artikel Menarik Lainnya :  Terungkap! Pembangunan Hotel Berbintang di Lahan SD Negeri Sebomenggalan Tanpa Rencana Matang

Terkait jenis senjata tajam yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya, Agus belum bisa memastikan.

“Korban meninggal akibat ditusuk menggunakan sajam (senjata tajam) di beberapa bagian yakni ulu hati, perut samping kiri, tangan, dan kakinya,” jelasnya. (luk)