Gegara Erick Thohir, Toilet Umum di Kota Magelang Akhirnya Digratiskan

Per 1 Desember 2021 mendatang, toilet umum yang berada di pusat-pusat kuliner, salah satunya di kuliner Sejuta Bunga, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, akan digratiskan untuk masyarakat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
GRATIS. Per 1 Desember 2021 mendatang, toilet umum yang berada di pusat-pusat kuliner, salah satunya di kuliner Sejuta Bunga, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, akan digratiskan untuk masyarakat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Belakangan sebuah video Menteri BUMN Erick Thohir di toilet SPBU yang mewajibkan pengunjungnya untuk membayar menjadi viral. Usai kejadian itu, seluruh SPBU pun kini telah menggratiskan setiap pengunjung yang datang ke toilet.

Namun sebenarnya, kebijakan menggratiskan toilet sebagai fasilitas umum, pernah dilontarkan Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz. Saat pertemuan dengan awak media akhir Oktober lalu, orang nomor satu di Kota Magelang itu telah merapatkan semua pemangku kepentingan, agar toilet umum digratiskan.

”Tidak ada yang namanya toilet umum itu bayar. Jadi saya sudah minta organisasi perangkat daerah (OPD) dan pengelola toilet untuk berdiskusi. Intinya agar tidak ada biaya sepeserpun bagi orang yang mau masuk ke toilet,” kata dr Aziz.

Ia mengatakan bahwa kebijakan menggratiskan WC umum ini akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari fasilitas publik kawasan kuliner terlebih dahulu.

”Seperti di kuliner Tuin Van Java Alun-alun, Sejuta Bunga di Jalan Jenderal Sudirman, dan kuliner Badaan di Jalan Pahlawan. Nanti tempat-tempat lain menyusul,” imbuh Aziz, kepada wartawan saat diwawancara, Selasa (24/11).

Dia menjelaskan, pembebasan biaya toilet umum tersebut bukan berarti pihak pengelola dan petugas kebersihan tidak lagi mendapatkan penghasilan. Mereka tetap mendapat pemasukan dari iuran para pedagang kaki lima (PKL).

”Pendapatan PKL di Alun-alun, Badaan, dan Sejuta Bunga ini kan banyak. Mereka nanti iuran, lalu bisa untuk membayar ke petugas kebersihan toiletnya. Jadi tidak perlu memungut biaya dari pengunjung. Masyarakat cukup menggunakannya, tetapi dengan syarat harus menjaga kebersihan,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menuturkan, sudah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) guna memfasilitasi musyawarah antara paguyuban PKL dan paguyuban pengelola toilet umum. Hal ini agar tercipta kesepakatan mengenai besaran iuran dari tiap-tiap pedagang.

Artikel Menarik Lainnya :  Gelombang Wisatawan di Kota Magelang Diprediksi Lebih Cepat

”Sudah dimusyawarahkan sejak dua bulan yang lalu. Per 1 Desember 2021 di Kota Magelang tidak ada lagi biaya masuk ke toilet di tiga tempat tadi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Soemarmo mengaku telah memfasilitasi pertemuan antara pihak pedagang dan pengelola toilet di Tuin Van Java, Sejuta Bunga, dan Taman Badaan.

”Hanya saja kalau hasilnya masih butuh proses dua sampai tiga kali pertemuan lagi. Nanti akan kami upayakan supaya lekas tercipta kesepakatan antara masing-masing pihak,” katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi program penggratisan toilet umum dari Walikota Magelang. Sebab, hal ini akan menaikkan pelayanan pemerintah kepada publik.

”Tentunya angka kepuasan masyarakat akan tinggi jika fasilitas toilet ini digratiskan. Namun, kita juga harus memikirkan para pengelola dan petugas kebersihan toilet, supaya mereka tetap bisa bekerja seperti sebelumnya. Termasuk menjaga toilet tetap bersih dan nyaman bagi pengunjungnya,” ucapnya.

Terpisah, Humas Paguyuban PKL Tuin Van Java, Luis Lazuardy menyambut baik rencana penggratisan toilet. Menurut dia, kebijakan ini dapat menambah kenyamanan para pengunjung.

”Secara prinsip kalau para pedagang memberikan iuran untuk toilet gratis ini sangat setuju. Toh, keberadaan toilet ini menjadi kewajiban para pedagang sebenarnya. Di restoran dan tempat-tempat lain, toilet merupakan sarana wajib yang harus ada dan gratis,” pungkasnya. (wid)