Gegara Burung Murai Milik Tetangga, Seorang Pemuda Harus Nginap di Ruang Tahanan

PENCURIAN. Polres Wonosobo gelar kasus pencurian burung murai batu dengan TKP Kampung Pandansari Kelurahan Mudal Mojotengah
PENCURIAN. Polres Wonosobo gelar kasus pencurian burung murai batu dengan TKP Kampung Pandansari Kelurahan Mudal Mojotengah

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Seorang pemuda berinisial AARP (21), asal kampung Pandansari Kelurahan Mudal Mojotengah harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Wonosobo. Pasalnya yang bersangkutan diduga kuat mengambil burung murai baru milik tetangganya.

Pelaku ditangkap polisi di rumahnya tanpa perlawanan, dan mengakui semua perbuatannya. Sehingga pihak kepolisian langsung menggelandang pelaku ke mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari tangan pelaku polisi amankan barang bukti berupa linggis, grendel pintu jendela dan sangkar burung kini disita polisi.

“  Letak rumah pelaku dengan tempat kejadian perkara (TKP) tidak terlalu jauh. Sehingga yang bersangkutan  tahu betul kondisi rumah korban. Saat melakukan pencurian burung, rumah dalam kondisi kosong tanpa penghuni,” ungkap Wakapolres Wonosobo, Kompol Arie Imam Prasetyo SH MM, dalam gelar perkara di Mapolres setempat.

Menurutnya,  kasus pencurian tersebut dilakukan pelaku pada Senin, 2 Agustus 2021 lalu di malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB. Namun pemilik rumah baru mengetahui burung kesayangannya raib, esok harinya Selasa 3 Agustus 2021, kira-kira pukul 06.30 WIB. Pelaku baru ditangkap Jumat 20 Agustus 2021 lalu setelah korban melapor ke Polres Wonosobo.

“Di dalam rumah, pelaku berhasil membawa kabur 5 burung Murai Batu dan sebuah sangkar burung. Pelaku leluasa mengambil barang curiannya karena pemilik rumah sedang tidak berada di tempat,” katanya

Sementara itu, pelaku  mengaku melakukan pencurian burung murai batu dengan cara masuk ke dalam  rumah melalui jendela depan, yang telah dicongkel sebelumnya dengan linggis. Dia melancarkan aksi pencurian seorang diri tanpa bantuan orang lain.

“Daun jendela saya congkel, lalu merusak besi grendel pengunci jendela dan besi penyangga jendela agar tidak bisa terbuka lebar. Selanjutnya saya masuk melalui jendela yang sudah terbuka,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bank Wonosobo Raih 3 Penghargaan Top BUMD Awards 2021

Menurutnya, setelah berhasil masuk ruangan, pelaku mengambil burung hasil curiannya. Kemudian menjual  kepada  orang lain seharga Rp 3 juta. Uang dari penjualan burung curian itu digunakan untuk memenuhi kesenangan sendiri.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) bagian ke-3 dan ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku diancam hukuman 9 tahun penjara dan kini harus meringkuk ditahanan Polres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (gus)