Ganjar Dampingi Wapres Cek Kesiapan Objek Wisata Borobudur Jelang Libur Panjang

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin bersama istri berkunjung ke Jawa Tengah, Kamis (21/4).
Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin bersama istri berkunjung ke Jawa Tengah, Kamis (21/4).

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKPRES.COM– Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin bersama istri berkunjung ke Jawa Tengah, Kamis (21/4). Sejumlah agenda kegiatan dilakukan, salah satunya adalah mengecek kesiapan obyek wisata kawasan Borobudur jelang libur panjang lebaran.

Sejumlah lokasi didatangi Wapres Ma’ruf Amin. Didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh, Ma’ruf Amin mengunjungi Candi Borobudur dan Balkondes Karangrejo. Di dua tempat itu, Wapres memastikan kesiapan menjelang libur panjang.

“Saya ingin memastikan Borobudur sebagai destinasi wisata prioritas yang disiapkan pemerintah ini siap menyambut wisatawan di libur panjang hari raya. Saya ingin memastikan, karena nantinya lokasi ini pasti ramai setelah dua tahun masyarakat tidak berkunjung ke tempat wisata ini,” katanya.

Ma’ruf Amin menambahkan, dari pengecekannya, pihak pengelola Borobudur sudah menyiapkan dengan matang persiapan menghadapi libur lebaran 2022.
Dari pantauannya, mulai masuk sampai fasilitas ekosistem telah ditata dan dibangun dengan baik. Termasuk penempatan stan untuk UMKM.

“Sehingga semua sudah berjalan dengan baik Saya mendapat penjelasan, seluruhnya sudah 100 persen,” kata Wapres.
Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi Wapres Ma’ruf Amin yang turun gunung mengontrol langsung kesiapan destinasi wisata Borobudur menyambut libur lebaran 2022.

“Menurut saya ini sesuatu yang bagus. Secara keseluruhan pak wapres ingin memastikan menjelang libur panjang ini destinasi wisata siap,” ucap Ganjar.

Ganjar mengimbau kepada pengelola destinasi wisata di Jawa Tengah memastikan pelayanan dilakukan dengan baik. Terutama terkait protokol kesehatan. Ganjar juga mewanti pengelola wisata tidak menetapkan harga yang tak wajar.

“Paling utama masker, dan nanti dukungannya tempat kesehatan, transportasinya disiapkan dan kalau sudah rame, harganya jangan ngepruk, itu penting agar layanan tetep bagus,” tegasnya. (hms/riz)