Ganjar Ajak Mahasiswa UMP Waspadai Ancaman Kaum Muda

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memaparkan materi secara virtual dalam kuliah umum bagi para mahasiswa UMP, kemarin. (Foto: Eko)
KULIAH UMUM. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memaparkan materi secara virtual dalam kuliah umum bagi para mahasiswa UMP, kemarin. (Foto: Eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Mahasiswa harus mewaspadai kompleksnya persoalan dan ancaman kaum muda yang kerap dijumpai dewasa ini. Beberapa di antaranya yakni derasnya arus materialisme dan hedonisme, tajamnya individualisme, meningkatnya kekerasan remaja, menurunnya rasa hormat kepada orang tua, menyempitnya lapangan kerja, perilaku merusak diri, dan kaburnya pedoman moral.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memberikan kuliah umum bagi para mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Kamis (11/11). Kuliah umum bertajuk “Revitalisasi Pemuda Mendukung Kebhinekaan dan Kampus Merdeka” berlangsung secara virtual diikuti sekitar seribu peserta dengan dipandu pembawa acara Umi Faizah dan dimoderatori Meriam Esterina.

“Hal itu harus disikapi dengan kesiapan kompetensi, berpikir kritis serta terbuka dan cerdas secara emosional. Mahasiswa juga harus menguasai teknologi, cepat melakukan koordinasi dan bergerak dinamis, inovatif dan komunikatif, mahasiswa harus memiliki mimpi, harapan usaha dan jejaring yang luas,” kata Ganjar.

Dalam kuliah umum tersebut Ganjar Pranowo memaparkan berbagai tantangan bagi mahasiswa dewasa ini baik tantangan Nasional maupun Global. Potensi ancaman tersebut diantaranya adalah keterbatasan kemampuan penyediaan sumber daya pertanian dan ketahanan pangan. Hal itu harus disikapi dengan menyediakan sumber daya pangan yang cukup dengan ledakan jumlah penduduk saat ini, produk pertanian juga harus semakin banyak sehingga mahasiswa harus turut berperan dalam mendukung hal tersebut. Kemudian juga dengan penguasaan sumber daya oleh asing maka dengan adanya hal tersebut mahasiswa harus meningkatkan kompetensi diri.

“Agar saat banyak investor datang kita bisa bersaing di sana, jangan mau hanya menjadi buruh. Kemudian juga pemanfaatan artifisial intelijen juga harus disikapi juga dengan peningkatan kompetensi, lalu potensi disintegrasi bangsa, masih Tingginya tingkat kesenjangan sosial ekonomi yang menyebabkan konflik horizontal, keterbatasan sumber daya pertanian, hilangnya jati diri bangsa dan kearifan lokal,” paparnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Teken Kerjasa sama, Perusahaan Singapura Perkuat Pendidikan di Purworejo

Menurutnya, Pemerintah Jateng juga telah menyediakan berbagai fasilitasi bagi kaum muda. Mulai dari pengembangan pendidikan, pelatihan, hingga beasiswa.

“Diharapkan potensi kaum muda bisa berkembang agar bisa membawa bangsa ini menuju kemajuan,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UMP, Dr Rofiq Nurhadi MAg, menyampaikan bahwa kuliah umum bagi mahasiswa baru di UMP ini merupakan rangkaian dari Milad ke-57 UMP dan pengenalan program kampus kepada para mahasiswa baru.

“Tentu kami berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa baru dapat memiliki pemahaman komprehensif mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa,” terangnya.

Pihaknya bersama jajaran tenaga pendidik dan kependidikan selalu berupaya dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkompetensi dan berbudi luhur.

“Melalui penanaman nilai-nilai kepada mahasiswa, juga pemberian soft skill serta menyiapkan kompetensi mahasiswa untuk masuk dunia kerja,” ungkapnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, UMP terus mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa baru, yakni sejumlah 1.008 orang pada tahun ini.

“Dari semua mahasiswa baru itu ada sekitar 12 mahasiswa yang difabel, kemudian juga sekitar 200 mahasiswa masuk melalui jalur beasiswa, para mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai daerah lintas kota bahkan lintas provinsi, dengan keberagaman itu diharapkan bisa menjadi pemicu sebuah kemajuan, bukan malah kemunduran,” ungkapnya. (top)