Gandeng Perbankan dan Perguruan Tinggi, Cara Pemkot Magelang Kurangi Kemiskinan

KEMISKINAN. Pemkot Magelang menggandeng sejumlah pihak untuk mengurangi kemiskinan
KEMISKINAN. Pemkot Magelang menggandeng sejumlah pihak untuk mengurangi kemiskinan

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Pemkot Magelang terus berupaya mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat dengan menggandeng sejumlah pihak, di antaranya dengan Bank Jateng, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) Universitas Tidar (Untidar), dan Yayasan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Indonesia.

Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, pemberdayaan masyarakat mutlak diperlukan dalam rangka mengangkat warga miskin. Pihaknya akan menunjuk dinas terkait, seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan (Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam menjalankan kerja sama dengan pihak-pihak berkompeten ini.

”Sasaran kita tentu mengangkat warga miskin, apalagi yang terdampak pandemi Covid-19. Kita kerja sama dengan Bank Jateng, LPPM-PMP Untidar, dan Pinbuk guna menjalankan program pemberdayaan tersebut,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, program kerja sama ini diharapkan sudah terealisasi pada April mendatang. Sasaran warga akan diambil berdasarkan data dari Dinsos dan Disperindag. Hal ini kaitannya dengan warga yang memiliki niat berwirausaha akan diberikan modal usaha dan pendampingan.

”Karena itu, kita menggandeng Bank Jateng agar dapat menyalurkan CSR-nya untuk pemberdayaan ini. Warga miskin terdampak pandemi yang ingin berwirausaha bisa kita modali dan dilatih atau didampingi agar usahanya berkembang,” jelasnya.

Program ini, katanya, cocok dengan salah satu program unggulannya, yakni Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Center) atau 1.500 start up baru. Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat dan CSR dari Bank Jateng ini diharapkan muncul wirausaha-wirausaha baru di masyarakat.

”Besaran bantuannya dalam setahun ini total sekitar Rp1 miliar. Saya harap program ini segera direalisasikan, karena bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LPPM-PMP Untidar, Eny Boedi Orbawati menjelaskan, CSR yang diberikan ini bisa mengangkat kemiskinan yang masih cukup banyak di Kota Magelang. Pihaknya akan berperan pada proses pendampingan dan menyeleksi calon pendampingnya.

”Sasaran program kan warga miskin, utamanya yang mau berwirausaha. Kita seleksi pendampingnya dan lakukan pendampingan pada usaha tersebut. Kita berikan pelatihan dan edukasi terkait programnya,” jelasnya.

Kaitannya kerja sama dengan Pinbuk, lanjut dia, Pinbuk akan membantu pembentukan Koperasi Pemberdayaan Masyarakat di Kota Magelang. Nantinya, Pinbuk akan mendampingi pendirian koperasi, pelatihan pendamping program, pengurus, hingga pengelola serta pengadaan infrastruktur.

”Lalu implementasi core system (sistem inti) dan dukungan digitalisasi lainnya. Tak kalah penting adalah pendampingan program. Dari pihak Untidar akan lakukan pemetaan sosial, seleksi dan rekrutmen pengelola koperasi, pelatihan-pelatihan UMKM, dan pendampingan UMKM,” paparnya.

Target besar dari program ini, imbuhnya, adalah turunnya angka kemiskinan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

”Ini nyambung dengan program Magelang Keren. Kita mulai dari lingkup kecil dulu, tapi bisa didorong makin besar. Harapannya dapat mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya. (wid)
foto : wiwid arif/magelang ekspres