Gak Ada kapoknya! Pasangan Residivis Curanmor Ini Ditangkap Lagi

Pelaku curanmor berhasil diringkus Polisi dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2021.
CURANMOR. Pelaku curanmor berhasil diringkus Polisi dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2021.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Ada yang unik saat berlangsungnya Operasi Sikat Jaran Candi 2021 yang telah dilaksanakan Polres Magelang sejak 11 sampai dengan 31 Oktober 2021. Yakni,  ditangkapnya duet atau sepasang pelaku (residivis) Curanmor oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Magelang.

Keduanya pelaku berinisial WR alias Boneng (29) Warga Kedu Temanggung dan SD(47), warga Bawang Kabupaten Batang. Diketahui tersangka tersebut  pada tahun 2019 pernah ditangkap juga oleh petugas  dalam kasus yang sama, yakni Curanmor yang saat itu juga sedang berlangsung Operasi Sikat Jaran Candi 2019.

“Kedua tersangka punya peran yang sama dan sama sama residivis kasus Curanmor, pada tahun 2019 tersangka WR alias boneng berperan sebagai pemetik ranmor dan tersangka SD sebagai penadah hasil Curanmor. Demikian juga pada operasi  tahun 2021 tersangka WR sebagai pemetik Ranmor dan tersangka SD penadahnya,” jelas Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Alfan Armin, Sabtu (6/11/2021).

Menurutnya pada operasi Sikat Jaran Candi 2021 keduanya termasuk target operasi dan berhasil ditangkap pada tanggal 26 Oktober 2021.

Penangkapan tersangka WR dan tersangka SD bermula dari adanya laporan Curanmor dari korban, selanjutnya Tim Resmob Satreskrim Polres Magelang melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, Tim dapat mengidentifikasi pelaku.

Kemudian pada Selasa 26 Oktober 2021 sekira pukul 09.00 WIB, petugas berhasil menangkap Tersangka WR alias Boneng  di rumahnya di daerah Windisari dan kemudian menyita Barang Bukti Kunci Palsu dan beberapa Sepeda Motor.

Dari penangkapan Keduanya, penyidik mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengungkap beberapa TKP dan juga berhasil menyita beberapa sepeda motor hasil kejahatan mereka.

Kasat Reskrim Alfan menyebutkan bahwa modus operandi yang dilakukan tersangka WR adalah mengambil motor  yang sedang diparkir, dengan  menggunakan kunci palsu berupa kunci T.

Artikel Menarik Lainnya :  Gegara Erick Thohir, Toilet Umum di Kota Magelang Akhirnya Digratiskan

“Tersangka WR selalu menggunakan kunci T saat melakukan pencurian Sepeda motor milik korban, Saat ini barang bukti tersebut telah kami Sita guna pembuktian perkaranya,” terangnya.

Barang bukti kendaraan bermotor hasil curian yang berhasil disita dari kedua tersangka adalah satu unit motor Honda CRF 150 warna merah putih, satu unit motor Honda Supra X 125 warna putih merah, satu unit motor Honda Beat warna merah putih, satu unit motor Honda Beat warna putih, satu unit motor Honda Beat warna putih, satu unit motor Honda Beat warna hitam,  buah plat nomor.

Sedangkan barang bukti sarana yang digunakan tersangka untuk melakukan aksinya juga berhasil disita Polisi adalah satu buah kunci palsu berupa kunci T dan besi yang dipipihkan, dan satu unit motor Honda Beat warna putih merah.

“Tersangka kami sangkakan Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian Dengan Pemberatan Kendaraan Bermotor Roda Dua dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun Penjara,” pungkas Alfan.(cha)