FKDT Wonosobo Susun Kurikulum, Minimal Penuhi 3 Hal Ini

BIMTEK. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat membuka Bimtek Kurikulum FKDT Wonosobo di Kecamatan Kaliwiro, Jumat (7/1/2022). (foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres)
BIMTEK. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat saat membuka Bimtek Kurikulum FKDT Wonosobo di Kecamatan Kaliwiro, Jumat (7/1/2022). (foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres)

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran vital dan strategis dalam membentuk karakter generasi muslim muda yang beradab, Islami, dan memiliki akhlakul karimah, sekaligus sebagai pelestari nilai-nilai keislaman.

Untuk itu FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) penting memiliki  kurikulum untuk  menjadi koridor bagi tujuan pendidikan, serta sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran.

“Saya mendukung FKDT memiliki kurikulum untuk proses pembelajaran, karena kita harus senantiasa meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat membuka Bimtek Kurikulum FKDT Wonosobo di Kecamatan Kaliwiro, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya, setidaknya kurikulum yang tersusun harus mencakup atas tiga peranan, peran konservatif, peran kreatif, serta peran kritis dan evaluatif.

Pertama, peran konservatif sebagai sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu, yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda, sehingga berguna untuk membina perilaku peserta didik agar sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.

Kedua, peran kreatif sebagai stimulus kepada peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada dirinya, sebagai jalan untuk menemukan pengetahuan, kemampuan, dan paradigma baru dalam konteks keilmuan.

Ketiga, peran kritis dan evaluatif sebagai filter atas nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang patut untuk diwariskan dan tidak, sekaligus sebagai kontrol atas nilai-nilai sosial yang masih relevan untuk diajarkan, maupun yang memerlukan modifikasi.

“Peran kurikulum dalam membangun kualitas pendidikan yang mumpuni sangat penting, sehingga diharapkan mampu mengimplementasikan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari,” katanya.

Menjadi tantangan tersendiri bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki IMTAQ dan IPTEK. Tetapi, juga manusia yang mampu mengembangkan, dan menyesuaikan diri dalam arus globalisasi melalui produktifitas dan kreatifitas.

Artikel Menarik Lainnya :  Pembunuh Wanita Bertato di Wonosobo Diborgol, Ajak Hubungan Intim hingga Leher Korban Dijerat

Dengan tujuan dan nafas yang sama, yakni mencerdaskan generasi bangsa yang unggul berkarakter, Afif yakin sinergitas pemerintah, para pendidik, dan para tokoh agama, akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat, dalam membina generasi muda yang berakhlakul karimah dan berkualitas.

Dijelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Wonosobo masih memiliki pekerjaan rumah untuk membangun kualitas sumber daya manusia, yang kemudian ingin kami wujudkan melalui program “Wonosobo Pinter” dalam rancangan RPJMD.

“Saya mengharapkan kerja sama yang baik dari saudara, dalam rangka memberikan edukasi dan bekal kepada generasi penerus, dalam hal ini melalui program pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah,” tutupnya. (gus)