Festival Wiwit Tembakau dan Kopi Catat Transaksi Lebih Rp500 Juta

RAMAI. Sejumlah stand kopi saat wiwit tembakau dan panen kopi di Alun-alun Temanggung kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAMAI. Sejumlah stand kopi saat wiwit tembakau dan panen kopi di Alun-alun Temanggung kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung mencatat transaksi yang terjadi selama gelaran Festival Wiwit Tembakau dan Panen Kopi selama tiga hari mencapai Rp539.418.000.

Kepala Dinkopdag Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan, UMKM menjadi penyangga dari kegiatan Festival Wiwit Tembakau dan Panen Kopi selama tiga hari yakni mulai dari tanggal 19-21 Agustus 2022.

Selama tiga hari tersebut, transaksi yang terjadi dari pelaku UKM dan pedagang keliling yang ditempatkan di sekitaran alun-alun, lokasi car free day serta taman pengayoman yang berada di belakang rumah dinas bupati Temanggung.

“Total transaksi yang terjadi selama tiga hari tersebut lebih dari setengah miliar,” terangnya, Senin (22/8).

Disebutkan, pelaku UKM yang menggelar dagangan yakni sebanyak 195, pelaku UKM kopi sebanyak 36, tembakau lembutan sebanyak 6 peserta.

Setelah dilakukan pemantauan omset dari kegiatan tersebut mencapai Rp219.418.000 untuk zona satu yang menjadi pusat kegiatan, zona dua yang menjadi penyangga memberikan kontribusi cukup besar cfd Rp215 juta, taman pengayoman dan pedagang kaki lima sebesar Rp105.000 juta dan total tansaskis Rp539.418.000.

Dikatakan, Festival Wiwit Tembakau dan Panen Kopi ini sebagai salah satu kegiatan untuk kembali menggairahkan UKM di Temanggung.

“Setelah dua tidak ada kegiatan selama dua tahun karena pandemi, saat diadakan kegiatan seperti ini cukup ramai, antusias masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, permintaan dari para pelaku UKM dan para pedagang kegiatan seperti ini dilakukan lebih sering, sehingga bisa menambah dan meningkatkan perekonomian.

“Permintaan mereka seperti itu, memang sangat bagus, tapi butuh kajian lagi agar setiap kegiatan yang digelar bisa berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya. (set)