Fenomena Hujan Es di Magelang, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena Hujan Es di Magelang, Ini Penjelasan BMKG
ES. Butiran es saat fenomena hujan es terjadi di Magelang, Senin (28/3) pukul 13.50 WIB. (foto : ist/magelang ekspres)

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebagian wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diguyur hujan deras, disertai angin dan es, Senin (28/3) pukul 13.50 WIB. Bongkahan es berdiameter 1-2 cm seperti kelereng hingga terdengar bising di dalam rumah.

Sementara itu dikutip dari laman bmkg.go.id, fenomena hujan es merupakan yang biasa terjadi saat musim pancaroba.

Dalam keterangannya, disebutkan fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan.

Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut sehingga dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

“Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk dipuncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es,” tulis BMKG.

Menurut BMKG, kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara. Bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam berbentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es.

Selain hujan es, Magelang juga dilanda angin kencang. Angin disertai hujan menyapu sejumlah atap rumah, ranting-ranting pohon tumbang. Bahkan saluran drainase tak dapat menampung debit air yang semakin banyak sehingga meluap dan menyebabkan jalan raya banjir.

Akibat angin kencang, gerobak-gerobak pedagang kaki lima ikut berjatuhan di tepi jalan.

Seorang warga yang sedang bekerja di sebuah garasi truk di Jalan Soekarno-Hatta Kota Magelang, Linawati menceritakan, hujan deras disertai angin terjadi sekitar pukul 13.40 WIB. Tidak berselag lama, intensitas hujan semakin tinggi, dengan diserta angin dan butiran-butiran es.

“Mulai banyak (atap) seng, genteng berterbangan. Lalu, hujan es tadinya cuma sedikit-sedikit. Tapi lama-lama intensitas es yang turun semakin banyak, sampai mengeluarkan suara bising di atas genteng rumah,” ungkap dia lagi.

Lina menyebut, butiran es berukuran kecil, berdiameter sekitar 1-2 sentimeter. Bersamaan dengan itu, ranting-ranting pohon berjatuhan dan listrik di sejumlah titik padam hingga sore ini.

Plt Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, Machbub Yani Arfian mengatakan, dari informasi yang diperoleh di lapangan, hujan es disertai angin kencang diperkirakan berlangsung lebih dari 5 menit.

“(Benar) Hujan es terjadi barusan. Durasi 5 menit lebih,” kata Machbub saat dikonfirmasi wartawan.

Saat ini, petugas BPBD bersama instansi terkait, dan relawan masih mendata dan membersihkan pohon-pohon tumbang di beberapa titik di wilayah ini.

“Ada beberapa pohon tumbang, tapi kami bersama OPD terkait masih turun,” ujarnya. (wid)