Faktor Cuaca, Musim Tanam Bawang Putih di Temanggung Mundur

PERSIAPAN. Salah satu petani di Kecamatan Kledung sedang mempersiapkan lahan untuk menanam bawang putih.
PERSIAPAN. Salah satu petani di Kecamatan Kledung sedang mempersiapkan lahan untuk menanam bawang putih.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Musim tanam bawang putih tahun 2019 ini dipastikan mundur dari tahun sebelumnya. Pasalnya hingga saat ini cuaca di Kabupaten Temanggung belum sesuai yang diharapkan petani.

“Hujan belum merata di Temanggung, jadi petani belum berani mulai menanam bawang putih,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung, Masrik Amin, kemarin.

Namun demikian, mayoritas petani di lereng Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau sudah mulai mempersiapkan lahan mereka.

“Pasca panen raya tembakau kemarin, petani sudah langsung mempersiapkan lahan mereka untuk ditanami bawang putih, sekarang lahan sudah siap, tinggal menunggu hujan,” terangnya.

Kemungkinan kata Amin, di awal bulan Desember ini petani sudah mulai tanam bawang putih, terutama petani di daerah utara Kabupaten Temanggung seperti di Kecamatan Tretep dan Wonoboyo. Sebab di daerah tersebut hujan sudah lebih sering dibandingkan dengan daerah lainnya.

Baca Juga
RS Bersalin Budi Rahayu di Kota Magelang Resmi Beralih Jadi RS Umum

“Maka dari itu kami rencanakan akan tanam perdana di daerah itu,” terangnya.

Selain sudah melakukan persiapan lahan, sebagian besar petani juga sudah memiliki benih bawang putih, dengan melakukan penangkaran benih secara mandiri.

“Hampir semuanya sudah siap, artinya benih sudah tersedia apalagi petani Temanggung ini sudah produksi benih sendiri,” katanya.

Ketersediaan benih bawang putih di Temanggung bisa untuk sekitar 5.000 an hektar lahan, tetapi yang dijual keluar daerah juga banyak.

Sementara itu Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Sigit Sulistyo Budi mengatakan, luasan tanaman bawang putih mencapai kurang lebih 1.000 hektar tersebut bersumber dari dua anggaran, 690 hektar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kurang lebih 300 hektar dari importir.

“Kalau dari APBN sudah pasti luasannya 690 hektar, tapi kalau dari importir ini masih bisa bertambah masih menunggu izin. 300 hektar itu baru dari lima pengusaha impor bawang putih,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Sigit mengatakan, setidaknya lima pengusaha atau PT importir bawang putih sudah melakukan sosialisasi penanaman bawang putih di wilayah Temanggung, sehingga bisa dipastikan luasan tanaman bawang putih itu masih akan bertambah lagi.

Baca Juga
Korban Keracunan Massal di Ponpes Miftahu Rosyidin Temanggung Bertambah, 71 Orang Dirawat di RS

Sedangkan 11 kecamatan yang akan menerima bantuan untuk budidaya bawang putih ini di antaranya, Kecamatan Kledung, Tretep, Wonoboyo, Bansari, Parakan, Bulu, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang dan Kecamatan Ngadirejo.

“Dari 11 kecamatan ini Kecamatan Kledung dan Tretep menjadi kecamatan yang menerima bantuan paling luas di antara kecamatan lainnya,” terang Sigit.

Terkait bantuan yang akan diberikan kepada petani bawang putih tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini petani akan menerima bantuan berupa saprodi saja. Bantuan tersebut di antaranya berbentuk, pupuk NPK, pupuk cair organik, pengendalian hama, kapur pertanian (dolomit) dan plastik mulsa.

“Bantuan diberikan dalam bentuk barang, kalau nilai total bantuan yang diberikan kurang lebih sebanyak Rp12 juga. Tahun ini memang tidak ada bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (set)