Empat Rumah di Wonosobo Terbakar, Diduga Kaget Satu Meninggal Dunia

PADAT. Sebanyak 4 rumah di pemukiman padat penduduk Kampung Tosari Jaraksari Kecamatan Wonosobo hangus menjadi abu.
PADAT. Sebanyak 4 rumah di pemukiman padat penduduk Kampung Tosari Jaraksari Kecamatan Wonosobo hangus menjadi abu.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Wonosobo. Sebanyak 4 rumah di pemukiman padat penduduk Kampung Tosari Jaraksari Kecamatan Wonosobo menjadi arang setelah dilalap si jago merah. Api diduga berasal dari kompor gas yang bocor kemudian meledak.

“Kejadian kebakaran rumah 18 Agustus 2022 sekitar pukul 07.30 WB di kampung Tosari Kelurahan Jaraksari,” ungkap Kalak BPBD Wonosobo, Bambang Triyono.

Kronologi kejadian, api diketahui dari salah satu rumah warga, diduga saat sedang memasak tiba – tiba meledak. Dimungkinkan ada kebocoran pada selang regulator sehingga menyebabkan kebakaran rumah.

“Api dengan cepat merambat kebeberapa rumah yang lain, akibatnya 4 rumah rusak berat serta 5 rumah rusak sedang dan ringan,” katanya.

Pihaknya menerjunkan 2 unit mobil Damkar 2 unit tangki water sulpy. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan, TNI, Polri, Relawan PB, Warga dan unsur lain.

“Api berhasil dipadamkan 1,5 jam kemudian. Hal tersebut lantaran banyak tumpukan kayu di sekitar lokasi kebakaran,” ucapnya.

Dari hasil assement sementara kerusakan rumah dan data korban, 4 rumah rusak berat dan tidak bisa ditempati diantaranya milik Edi, Ny Slamet Oriah, Sugeng dan Romadhon

Sedangkan 5 rumah dengan kondisi rusak sedang dan ringan diantaranya rumah milik Yoga, Joyo, Sardi, Jansen dan Lukito.

Selain 9 rumah, dalam peristiwa itu juga satu orang meninggal dunia, atas nama Alwan Sofwan (50). Korban meninggal bukan karena terbakar namun diduga penyakit jantung kumat setelah melihat kebakaran semakin mendekat ke arah rumahnya.

“Jadi yang meninggal dunia ini bukan karena terbakar, juga bukan pemilik rumah yang terbakar, namun rumahnya dekat dengan lokasi kebakaran. Kemungkinan meninggal karena penyakit tertentu dan tidak kuat melihat kobaran api, ” bebernya.

Berkaitan dengan kebakaran itu, pihaknya meminta kepada pemerintahan kelurahan untuk segera melakukan proses rekontruksi dan rehabilitasi.

Sementara itu, Kalur Jaraksari Wonosobo, Soemadi mengatakan, pemukiman yang terbakar dekat dengan kantor kelurahan. Terjadi pada pagi hari saat suasana jalan masih sangat ramai.

“Kejadian pagi, suasana jalan ramai. Saya melihat ada kegaduhan warga, setelah saya pantau ternyata kebakara, ” katanya.

Api terlihat sudah membesar, warga nampak mulai panik dan berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

“Saya kemudian telpon BPBD dan mereka langsung turunkan mobil damkar, ” katanya.

Menurutnya, empat rumah yang habis terbakar berasa di satu RW namun beda RT, jaraknya berdekatan terpisah gang kecil.

“Rumah yang terbakar itu milik pedagang mi ongklok, ” ucapnya.

Ditambahkan, untuk penghuni 4 rumah yang habis terbakar, sementara akan ditampung di rumah saudara terdekat. (gus)