Empat Proyek Revitalisasi Wisata di Temanggung Diserahkan ke Pemdes

GARDU PANDANG. Salah satu objek wisata yang direvitalisasi di Dusun Dukuseman Kecamatan Tlogomulyo

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Empat objek wisata di Kabupaten Temanggung yang telah selesai dibagun diharapkan bisa membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan perkembangan dunia wisata di tingkat daerah maupun nasional.

Harapan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Diana Kusumastuti saat penyerahan hasil 4 proyek revitalisasi wisata di Kabupaten Temanggung pada 2020 di Pendopo Jenar akhir,belum lama ini.

Ia mengatakan, revitalisasi objek wisata ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor wisata.

“Dengan pembangunan-pembangunan ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal yang ada di Temanggung melalui sektor pembangunan wisata. Sehingga bisa menggerakkan juga roda ekonomi nasional,” terangnya.

Ia menyebutkan, revitalisasi empat objek wisata di Kabupaten Temanggung ini menggunakan dana APBN, pembangunannya dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 lalu. Totalnya Rp5,1 miliar, pekerjaannya sudah selesai dilaksanakan.

Baca Juga
Aktivitas Gunung Sindoro Masih Normal, Masyarakat Tetap Melakukan Aktivitas Seperti Biasa

Adapun empat objek wisata yang direvitalisasi tersebut meliputi, Revitalisasi Wisata Sirkuit Desa Kedungumpul Kecamatan Kandangan seluas 1,4 ribu meter persegi dengan nilai Rp1,5 miliar selama 120 hari.

Revitalisasi Wisata Sendang Sengon Desa Banjarsari Kecamatan Ngadirejo dengan luas lahan 1,6 ribu meter persegi senilai Rp1,19 miliar selama 120 hari, revitalisasi Wisata Religi Makam Makukuhan Desa Wonosari Kecamatan Bulu luas lahan 1,2 ribu meter persegi senilai Rp1,18 miliar selama 100 hari, dan revitalisasi Wisata Tuk Mulyo Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu seluas 1,2 ribu meter persegi senilai Rp1,18 miliar selama 100 hari.

Revitalisasi Wisata Tuk Mulyo Desa Pandemulyo meliputi pekerjaan pendopo, kolam air, gardu pandang, landscape, wahana tempat main dan parkir, hingga fasilitas umum.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

Revitalisasi Wisata Religi Makam Makukuhan Desa Wonosari meliputi pekerjaan lavatory, area parkir, joglo, area bordes, jembatan, plataran makam, hingga akses jalan. Sedangkan revitalisasi Wisata Sendang Sengon Desa Banjarsari meliputi pekerjaan jalan setapak, kolam keceh, fasilitas umum, WPC, hingga taman wisata.

Diana mengatakan, penataan kawasan yang bersifat cagar budaya hingga ruang terbuka hijau publik, perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi kawasan, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitarnya.

Ia berharap, pengembangan revitalisasi kawasan diharapkan dapat menjadi magnet pengunjung. Adanya pembangunan sarana dan prasaran yang memadahi dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi pengunjung merasa aman, nyaman, sehat, dengan akses yang semakin mudah.

“Empat proyek yang telah terlaksana di Temanggung bisa berdampak pada aspek pariwisata. Dengan catatan, perlu diperhatikan, dirawat dan dikelola dengan baik agar bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan pemerintah pusat dalam mendukung program-program Temanggung melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI.

Menurut Bupati, Temanggung memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Termasuk wisata desa, sebagai jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Temanggung kini memiliki kota pusaka di Kota Parakan sebagai warisan budaya. Semoga pembangunan yang telah selesai bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Anggota DPR RI Komisi V, Sudjaji meminta kepada pemerintah kabupaten untuk senantiasa mengawal dana alokasi pembangunan sampai tingkat desa.

Ia juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Temanggung menyusun strategi penataan jalan hingga tempat wisata guna menarik pengunjung, termasuk wisata air dan tempat-tempat yang menjadi ikon dengan target meningkatkan potensi wisata lokal.

“Mohon dinas terkait juga menyurvei pariwisata yang ada. Kades harus bisa bersinergi untuk menjaga dan merawat potensi yang ada di wilayahnya,” harapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kasihan Petani! Puncak Panen, Harga Tembakau di Temanggung Masih Rendah

Kepala DPUPR Temanggung, Hendra Sumaryana menambahkan, selesainya 4 proyek revitalisasi ini akan diserahkan kepada pemerintah desa masing-masing. Artinya, pemdes bertanggungjawab penuh atas pengelolaan, perawatan dan pengembangannya dengan memaksimalkan Bumdes masing-masing.

“Harapan dengan selesainya kegiatan ini, bisa dimanfaatkan masyarakat di bawah pemerintah desa sebagai pengelola. Dengan Bumdesnya, pemdes bisa mengelola potensi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tutupnya.(set)