Empat Balon Kades di Wonosobo Tak Ikut Ujian Tertulis, Dapat Nilai Nol

UJIAN. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonosobo gelar ujian tertulis bagi balon kepala desa peserta pilkades serentak tahun 2022 di Gedung BLK Wonosobo, kemarin.
UJIAN. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonosobo gelar ujian tertulis bagi balon kepala desa peserta pilkades serentak tahun 2022 di Gedung BLK Wonosobo, kemarin.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 28 orang bakal calon (balon) kepala desa (kades) dari 3 desa di Wonosobo harus mengikuti ujian tertulis untuk masuk 5 besar. Namun 4 orang dinyatakan mendapatkan nilai nol, lantaran tidak hadir. Ujian seleksi digelar karena jumlah pendaftar lebih dari 5 orang.

“Kami gelar seleksi tambahan bakal calon kepala desa yang berasal dari 3 desa yang akan menggelar pilkades serentak tahun 2022. Hal ini karena jumlah pendaftar yang lolos syarat administrasi lebih dari 5 orang,” ungkap Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonosobo, Dra Harti MM usai ujian tertulis di Gedung BLK Wonosobo, kemarin.

Ujian seleksi tertulis dipantau langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo, Kapolres Wonosobo, Dandim 0707, OPD terkait, dan empat orang camat.

Menurutnya, dari 30 desa yang akan menggelar pilkades serentak tahun 2022 ini, sebanyak 3 desa diantaranya harus mengikuti ujian tambahan, yaitu tertulis. Tes tertulis dilaksanakan karena ke 3 desa tersebut memiliki jumlah balon kadesnya lebih dari lima orang. Ketiga desa yang menjalani tes tambahan tersebut, adalah Desa Beran Kecamatan Kepil, Desa Jolontoro Kecamatan Sapuran dan Desa Gumawang Kidul Kecamatan Watumalang.

Tes tambahan dilakukan karena sesuai amanat regulasi, baik itu undang-undang, peraturan pemerintah, permendagri dan baik perda dan perbup, bahwa jika balon kades lebih dari lima maka harus dilakukan tes tambahan.

“Dari 28 orang yang berasal dari 3 desa, ada 4 orang balon kades yang tidak berangkat, maka tes hanya diikuti sebanyak 24 orang. Yang tidak berangkat itu 2 orang berasal dari Beran Kepil dan 2 orang lagi dari Jolontoro Sapuran,” jelasnya.

Ketidakhadiran peserta untuk mengikuti ujian tertulis ini tidak langsung menggugurkan kepesertaan balon kades, karena para peserta masih bisa mendapatkan nilai dari pengalaman, tingkat pendidikan dan umur. Hanya saja bagi peserta yang tidak mengikuti tes, maka nilai pada tes tertulisnya nol.

“Dari hasil tertulis, di 3 tersebut masing-masing sudah terpilih lima besar dengan jumlah nilai yang tertinggi. Tahapan selanjutnya akan dilakukan penetapan bakal calon kades dan pengundian nomor urut,” tandasnya.

Empat balon kades dari Desa Beran Kepil dan Jolontoro Sapuran tidak berangkat mengikuti tes tertulis. Pihak panitia sudah mencoba menghubungi keempatnya, namun tidak ada tanggapan.

“Keempat balon kades yang tidak berangkat otomatis nilai tes tertulisnya kosong. Tetapi apabila nilai lain, seperti pengalaman, pendidikan dan usianya tinggi tetap bisa masuk tahap pencalonan Kades,” jelasnya.

Lebih lanjut, kondisi pilkades serentak tahun 2022 di Wonosobo ini sudah dilakukan persiapan dan sosialisasi dengan baik. Namun hanya saja ada informasi yang kurang kepada masyarakat sehingga sempat terjadi beberapa misinformasi.

“Pilkades tahun ini sudah berjalan sesuai aturan yang ada. Harapannya pilkades berjalan dengan aman, tertib, terkendali dan terpilih pemimpin yang dikehendaki masyarakat serta bisa membangun desanya dengan baik,” pungkasnya. (gus)