Eks Stasiun Parakan, Peninggalan Sejarah di Temanggung yang Masih Kokoh. Sayangnya, Belum Tergarap Maksimal

KOKOH. Stasiun Parakan menjadi salah satu stasiun yang masih berdiri kokoh. (Foto:ist)
KOKOH. Stasiun Parakan menjadi salah satu stasiun yang masih berdiri kokoh. (Foto:ist)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Dari berbagai peninggalan sejarah di Temanggung, Stasiun Parakan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Hanya saja sampai saat ini keberadaan stasiun peninggalan zaman penjajahan Belanda ini masih belum tergarap maksimal, padahal mempunyai nilai sejarah yang cukup tinggi.

Bahkan tidak hanya itu, Stasiun Parakan juga memiliki bangunan yang bernilai seni tinggi. Stasiun ini juga menjadi salah satu heritage yang wajib dilestarikan.

“Bangunannya termasuk salah satu heritage yang bernilai budaya dan sejarah yang tinggi,” ungkap Kepala Humas Daop 6 Yogyakarta Supriyadi saat berkunjung ke Temanggung beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, Stasiun Parakan salah satu stasiun paling ujung, sehingga bisa dimanfaatkan untuk wisata maupun yang lainnya.

Selama, tidak mengubah bangunan aslinya, harus bisa dimanfaatkan sebagai dasar tujuan dari stasiun tersebut.

“Bisa digunakan sebagai objek wisata, misalnya untuk museum, coffeeshop dan yang lainnya. Bangunan yang sangat sesuai untuk dijadikan daya tarik wisata,” jelasnya.

Menurutnya, tergantung dari pemerintah daerah setempat, namun harus ada persetujuan dari PT KAI. Selama ini bangunan milik PT KAI disewakan kekepada masyarakat.

“Memang boleh dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, tapi memang harus ada persetujuan dari PT KAI terlebih dahulu,” jelasnya.

Dikatakan, selama ini bangunan milik PT KAI bisa disewakan kepada masyarakat namun hanya untuk tempat tinggal dan yang lainnya.

“Memang di daerah lain sudah ada yang memanfaatkan untuk wisata, PT KAI terbuka kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk pemanfaatannya,” katanya.

Sementara Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, sebenarnya tidak hanya Stasiun Parakan saja aset milik PT KAI, namun ada yang lainnya seperti Stasiun Temanggung yang sudah dimanfaatkan.

“Kami akan berusaha ikut merawat bangunan bersejarah ini dengan baik, terkait dengan rencana untuk wisata akan kami bicarakan lagi, memang sangat menarik untuk dijadikan salah satu daya tarik wisata,” katanya. (set)