Ekonom: Inflasi Februari 0,12 Persen

Ekonom: Inflasi Februari 0,12 Persen

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA –Inflasi pada Februari 2021 diperkirakan akan mencapai 0,12 persen secara bulanan (month to month/mtm). Secara tahunan, inflasi sebesar 1,39 persen (year on year/yoy).

Inflasi disebabkan oleh kenaikan beberapa harga komoditas pangan, seperti cabai daging sapi dan bawang merah. “Terjadi kenaikan komoditas pangan seperti cabai, daging sapi, dan bawang merah,’’ ujar Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardhana, kemarin (28/2).

Dikatakan, inflasi diperkirakan akan bergerak secara moderat pada periode tersebut di kisaran 1,93 persen yoy. Sedangkan harga yang diatur pemerintah (administered price) kembali bergerak normal setelah periode liburan akhir tahun 2020. “Kemudian inflasi inti diperkirakan akan melambat pada kisaran 1,52 persen yoy,’’ ucapnya.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) menyebut inflasi sepanjang Februari 2021 masih berada di posisi relatif rendah, yakni 0,07 persen secara mtm. Proyeksi itu lebih rendah dari realisasi periode yang sama tahun lalu 0,28 persen.

Angka itu diperoleh setelah dilakukan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan bank sentral pada pekan ke-3 bulan ini. “Inflasi Februari ini kami perkirakan secara tahun kalender sebesar 0,33 persen dan secara tahunan sebesar 1,34 persen,’’ ujarnya.

Adapun komoditas penyumbang utama inflasi di bulan ini antara lain cabai merah sebesar 0,03 persen (mtm), kangkung sebesar 0,02 persen (mtm), cabai rawit, bayam, bawang merah, daging sapi, besi beton dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm)

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,03 persen (mtm), daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02 persen (mtm), tomat dan air kemasan masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm). (din/fin)

Artikel Menarik Lainnya :  Diskon Pajak Mobil Baru Diperpanjang hingga Desember 2021, Ini Ketentuannya