E-KTP Anda Rusak? Disdukcapil Kota Magelang Siap Ganti yang Baru

Disdukcapil Kota Magelang mengoptimalkan layanan pergantian e-KTP yang belakangan meningkat karena program vaksinasi. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
LAYANAN. Disdukcapil Kota Magelang mengoptimalkan layanan pergantian e-KTP yang belakangan meningkat karena program vaksinasi. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang mencatat permohonan penggantian Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang rusak meningkat selama pandemi Covid-19. Penggantian e-KTP yang telah rusak ini, salah satunya sebagai syarat warga memperoleh vaksinasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang, Larsita SE MSc menjelaskan, mereka yang mengajukan penggantian kartu baru, rata-rata kondisi fisiknya sudah rusak.

“Yang paling banyak karena nomor induk kependudukan (NIK)-nya sudah hilang atau tidak bisa terbaca. Padahal kalau mau vaksin kan butuhnya NIK. Jadi harus diganti,” katanya, kemarin.

Ia mengatakan, kendati jumlah permintaan tinggi, namun dipastikan bahwa jumlah blangko atau keping e-KTP masih sangat mencukupi. Bahkan, jika ditambah dengan alokasi warga daerah lain yang memilih mencetak e-KTP di Kota Magelang pun stoknya masih aman.

“Warga mana saja, kalau tinggal sementara atau bekerja di Kota Magelang mau mengganti e-KTP boleh-boleh saja. Karena memang program ini kan nasional. Kecuali kalau perekaman e-KTP, harus di daerah asal,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan permohonan penggantian e-KTP tidak hanya terjadi di Kota Magelang saja. Di daerah yang lain juga sama.

Kebanyakan e-KTP sudah rusak dan tidak bisa terbaca. Padahal, data-data tersebut dibutuhkan untuk vaksinasi.

“Karena pelayanan kami optimalkan, sehingga permohonan bisa kami akomodasi semuanya. Tidak butuh waktu lama, cetak KTP bisa ditunggu. Bahkan kita antar sampai ke rumah,” jelasnya.

Di sisi lain, mantan Kepala BPKAD Kota Magelang tersebut mengungkapkan bahwa kembalinya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, membuat program jemput bola perekaman e-KTP pelajar di bawah usia 17 tahun digelar lagi.

“Sudah kami mulai kemarin. Kami datangi sekolah-sekolah untuk mendata dan merekam foto e-KTP usia 16 tahun. Begitu yang bersangkutan sudah berusia 17 tahun, e-KTP ini langsung kami berikan, berikut ucapan selamat ulang tahun. Inovasi ini yang kami akan terus lakukan untuk menjaga persentase tinggi perekaman e-KTP,” pungkasnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Negeri 2 Magelang Lakukan Simulasi PTM