Dusun Krangean Usung Konsep Kampung Mataram

MATARAM. Dusun Krangean Desa Ngablak Kecamatan Ngablak, kembangkan terletak di kaki Gunung Merbabu Kabupaten Magelang, mengembangkan potensi wisata dengan tema Kampung Mataram.

MAGELANGEKSPRES.COM,NGABLAK – Dusun Krangean yang terletak di kaki Gunung Merbabu Kabupaten Magelang mengembangkan potensi wisata dengan tema Kampung Mataram. Dusun yang terletak di Desa Ngablak, Kecamatan Ngablak ini mendapat julukan dusun tercantik dan terbersih.

Kadus Krangean, Yoyok mengungkapkan, dalam membangun wilayahnya ia mengusung konsep Kampung Mataram yang kental dengan kebudayaan Jawa. Hal tersebut  untuk melestarikan kebudayaan Jawa.

“Konsep saya sebenarnya bukan desa cantik, tapi Kampung Mataram yang biasanya melekat dengan kebudayaan Jawa. Tujuannya agar kita bisa melestarikan kebudayaan Jawa,” ucap Yoyok.

Menurut Yoyok, pembangunan Kampung Mataram sebenarnya bukan untuk desa wisata melainkan programnya sendiri selaku Kadus. Tujuan awal membangun kampung tersebut ingin membuat orang-orang yang pernah singgah ke kampungnya mendapat kesan menarik setelah berkunjung ke sana. Meskipun demikian, Yoyok menyatakan siap jika sewaktu-waktu kampungnya ditunjuk menjadi desa wisata.

“Awalnya itu saya ingin membuat pengunjung yang pernah ke sini itu terkesan. Dengan menyuguhkan konsep Kampung Mataram yang bersih dan rapi,” terangnya.

Pembangunan Kampung Mataram sendiri sudah berjalan selama  dua tahun ini, dengan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat baik dari tenaga maupun dana yang digunakan.

Baca Juga
Pandemi Covid, Festival Imlek di Kota Magelang Ditiadakan

“Jadi kami membangung Kampung Mataram ini kurang lebih selama dua tahun ini. Hal tersebut kami lakukan secara swadaya baik tenaga ataupun dana,” imbuh Yoyok.

Yoyok menambahkan selama masa pembangunan, warga bergotong royong untuk membangun dusun setiap harinya dan berhenti bekerja saat musim hujan dan panen tiba.

“Jadi setiap hari itu kami bergilir, tapi pas musim hujan gini atau pas panenan ya kami berhenti untuk sementara,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Jahe di Kabupaten Magelang Dilatih Mengelola dan Memasarkan Hasil Tani

Sampai saat ini pengerjaan Kampung Mataram sudah berjalan 70 persen dan kurang pembangunan trotoar dan gapura. Gapura yang dibangun nantinya akan dibuat seperti pura Hindu.

Hal itu dimaksudkan agar warga setempat paham akan perbedaan keyakinan yang ada meskipun di dusun tersebut tidak ada orang Hindu.

“Rumah-rumah warga yang temboknya luas, dan bukan yang halaman muka teras kita buat mural dengam tema jaman dahulu seperti Perang Mataram dan Pahlawan Diponegoro,” kata Yoyok.

Selain mepercantik dusun dengan konsep Kampung Mataram, di sana juga terdapat Taman Baca yang dibangun dengan konsep selaras. Taman Baca ini biasa disebut perpustakaan atau Gazebo Jepang.

“Pembuatan Taman Baca ini awalnya merupakan program dari Kades dan dianggarkan sebanyak Rp 50.000.000. Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran menjadi Rp 160.000.000 untuk membangun Taman Baca yang sesuai dengan konsep Kampung Mataram,” papar Yoyok.

Kekurangan dana ini diperoleh dari swadaya warga Dusun Krangean. Yoyok menambahkan bagi siapa saja yang ingin mendonasikan buku ke Taman Baca tersebut dipersilahkan.

“Untuk saat ini kami sangat kekurangan bahan bacaan, kami mempersilahkan bagi para donatur yang ingin menyumbangan buku untuk anak-anak atau para warga,” imbuh Yoyok.

Saat ini, warga Dusun Krangean masih bahu-membahu untuk menuntaskan program Kampung Mataram. Mereka juga belum mendapat tindak lanjut atau bantuan dari pihak Dinas Pariwisata apakah akan di buat kampung wisata atau tidak.(cha)