//Menengok Festival dan Lomba Tiga Buah Asli Kaliwiro//

Suasana di Pasar Panggotan yang berada di Kecamatan Kaliwiro berbeda dengan hari-hari biasanya. Begitu masuk di kawasan pasar yang dekat kantor kecamatan itu, bau harum durian mulai menusuk hidung dan membuat siapapun yang lewat ingin mampir. Ternyata Kecamatan Kaliwiro punya hajat besar festival dan lomba tiga macam buah, Kamis (28/2).

ERWIN ABDILLAH, Kaliwiro

ACARA tersebut bertajuk Festival dan Lomba buah Durian, Pisang dan Kelapa memang diadakan untuk memanjakan para pecinta durian dari berbagai wilayah.

Sedikitnya 3.000 pengunjung terlihat memadati tiga stand makan durian sepuasnya dan dengan membayar Rp50.000 saja, stan durian habis diserbu sebelum acara berakhir. Selain stand makan sepuasnya, di stand-stand lain, durian dijual dengan harga mulai 15 ribu hingga 250 ribu per butir.

Menurut Panitia kegiatan dari staf Kecamatan Kaliwiro, Ngadenan ada berbagai kegiatan utama di festival itu. Di antaranya adalah lomba durian, kelapa, dan pisang, serta makan durian sepuasnya.

“Di lapangan, ada stand-stand lomba durian yang diikuti oleh 21 desa dan kelurahan, stand penjual durian, dan para sponsor. Tujuan dari acara adalah menunjukkan bahwa potensi Kaliwiro salah satunya adalah sentra durian, dan kedepannya akan menjadi destinasi wisata durian,” ungkapnya kemarin (28/2).

Turut membuka agenda festival, Bupati Eko Purnomo, yang dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan yang berlangsung dengan meriah. Mengingat tiap wilayah punya potensi masing-masing yang harus diangkat seperti buah-buahan dari Kaliwiro.

“Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan setingginya kepada panitia dan semua pihak atas terselenggaranya acara ini. Semoga bisa menjadi acara tahunan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas tentang potensi alam berupa buah-buahan yang ada di kecamatan Kaliwiro ini,” kata Eko.

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

Pembukaan acara ditandai membelah durian secara simbolis oleh bupati dan diserahkan kepada camat Kaliwiro bersama para tamu undangan.

Sementara pada kesempatan itu Camat kaliwiro, Sujarwo, juga menyampaikan bahwa dengan banyaknya varietas buah di pasaran menyebabkan varietas lokal buah Kaliwiro mulai tergeser. Padahal buah lokal Kaliwiro tidak kalah bersaing dengan varietas lainnya.

“Adanya festival dan lomba durian, pisang dan kelapa ini diharapkan bisa mengangkat kembali potensi buah lokal di Kaliwiro, dimana dari dulu Kaliwiro terkenal sebagai daerah penghasil buah. Selian itu juga bisa dijadikan ajang untuk mencari calon pohon induk durian lokal Kaliwiro yang berkualitas,” jelasnya .

Saeful Rohman, salah satu warga Kaliwiro mengatakan, Kecamatan Kaliwiro memang sejak lama berpotensi besar menjadi wisata kebun durian.

“Saya rasa event ini luar biasa, karena mengedepankan produk unggulan lokal, sekaligus aset wisata, terlebih lagi para penikmat durian, karena Kaliwiro ternyata memiliki kualitas durian yang bagus dan rasa yang banyak dicari para penikmat durian. Bahkan ada 21 desa yang mengikuti festival ini, bisa memperkuat dan menjadikan kecamatan Kaliwiro sangat layak menjadi salah satu objek wisata kebun durian,” tutur vokalis band Alpha Blopho itu.

Beberapa kriteria dalam penilaian lomba durian di antaranya ketebalan daging buah, warna daging buah, rasa, tekstur buah dan umami atau ekor rasa setelah dinikmati. Sedangkan untuk penilaian lomba pisang ada kriteria seperti jumlah sisir dalam 1 tandan, keseragaman ukuran buah, keseragaman sisir dalam tandan, rasa buah, hingga warna kulit. Dan untuk penilaian lomba kelapa memenuhi 4 kriteria yaitu jumlah butir dalam 1 janjang, ukuran batok, ketebalan daging buah, hingga keseragaman ukuran buah.

Dari para peserta akhirnya dipilih tiga juara tiap kategori yakni untuk kategori kelapa, juara 1 didapatkan (Desa Medono) , diikuti Khubaidah (Desa Ngadisono), dan yang ketiga adalah Kuat (Desa Ngrugu). Pemenang kategori Pisang, juara 1 Suprianto (Desa kemiriombo), yang kedua Mansur (Desa Ngadisono), dan ketiga Nasirul (Desa Kaliwiro). Sedangkan, untuk durian, juara 3 oleh Sugiyanto (desa Sukoreno), juara 2 Sadilan (Desa Selomanik), dan juara 1 direbut Yanto (Desa Tanjunganom).

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

Durian milik Yanto terkenal dengan sebutan Durian Wiro Sableng dengan slogan unik “Rasa maut naga geni 212” dinilai warga memang sangat pantas menjadi jawara.

“Karena bijinya tipis dan kecil, dagingnya tebal manis pahitnya seimbang, juga legit, warnanya pun kekuningan dan baunya sangat harum,” pungkas Saiful yang sudah mencicipinya langsung. (*)