Dunia Seni Ikut Merasakan Dampak Pandemi Covid-19

Bambang Eka Prasetya
Bambang Eka Prasetya

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Pandemi Covid-19 membuat seluruh sektor kehidupan merasakan imbasnya. Termasuk bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia seni.

Seniman, Bambang Eka Prasetya (68) mengungkapkan, kerugian yang dialami, tidak hanya melulu soal penghasilan. Tetapi spiritual, emosional dan intelektual.

“Bahkan yang paling dirasakan mungkin (efek) sosial,” ungkap Bambang saat ditemui di rumahnya, Pandansari, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat(7/8).

Secara pribadi, mengaku banyak undangan workshop dari luar kota bahkan luar negeri terpaksa dibatalkan. Seperti di Temanggung, Madiun. Bahkan dari Singapura dan Malaysia. Ini menjadikan akses sosial bertatap muka secara langsung terputus. Bambang terakhir mengisi workshop secara langsung pada 14 Maret 2020.

“Ya bukan hanya pendapatan, tetapi kesempatan untuk mengenal Candi Borobudur kepada orang lain. Secara intelektual saya juga merasakan kerugian. Saya tidak bisa belajar dari peserta workshop saya, belajar kan tidak harus membaca buku,” ungkapnya.

Baca Juga
Alun-alun Tambah Cantik Berkat Lampion

Bambang berharap agar media dapat membuat event untuk seniman walaupun secara virtual. Kalau kondisi sudah normal, memang seharusnya ada upaya sebanyak mungkin untuk menciptakan panggung. Menurutnya, di Indonesia orang lebih mudah dididik melalui seni dan budaya. Kesenian menjadi kekayaan nusantara yang luar biasa.

Bambang fokus pada nilai budaya nusantara. Hal itu berbasis pesan-pesan leluhur antara abad 6-9 yang terdapat dalam relief Candi Borobudur.

Selama ini ia melakukan kegiatan seperti workshop secara virtual. Baru pada 10 Agustus 2020 ia akan menggelar workshop “Analisis Sebelas Kisah Relief Ikonik Candi Borobudur” secara langsung.

“Saya pertama-tama menekankan pada sebanyak mungkin orang mengenal relief seni Candi Borobudur. Karena tiap 5000 pengunjung mereka hanya berselfie saja,”ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Gunakan Pupuk Organik, Sawah Svarga Bumi Borobudur Disemprot Gunakan Drone

Dari adanya new normal, Bambang mengaku pada Agustus akan memulai aktivitasnya. Namun mengingat masih di masa pandemi, maka jumlah peserta workshop masih dibatasi. Ia menyatakan adanya keuntungan dari pandemi ini.

“Ada keuntungan yang saya dapat dari adanya pandemi ini. Walaupun corona merajalela dan orang-orang tidak dapat aktivitas saya tidak terganggu. Karena lalu munculnya ide-ide yang dulu tidak terpikirkan. Ada webinar, ada virtual tour, lalu ada live streaming,” tuturnya.

Lebih dari 123 kota yang disinggahi Bambang Eka, namun dengan pandemi ini ia tidak dapat memenuhi hobinya sebagai penyair. Berkaitan dengan hal tersebut, banyak cara yang dilakukan olehnya untuk tetap menyalurkan hobi.

“Ada Webinar dan Virtual Tour, bulan Juni lalu saya mendapat undangan dari perusahaan travel yang cukup terkenal untuk menggunakan salah satu akses tersebut. Juli dua kali workshop,” ucapnya. (pkl5/pkl3)