Dugaan Kuat Ada Penularan Lokal Covid-19 di Wonosobo

Dugaan Kuat Ada Penularan Lokal Covid-19 di Wonosobo
Dugaan Kuat Ada Penularan Lokal Covid-19 di Wonosobo

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Wonosobo, tidak lepas dari treking yang dilakukan terhadap jamaah tabligh yang pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan. Terkait hal tersebut, tim gugus tugas fokus lakukan pemantauan, sebab sudah muncul penularan lokal.

“Jumlah pasien positif covid 19 di Wonosobo saat ini, sebagian besar hasil pemeriksaan dan treking terhadap cluster Gowa atau jamaah tablig yang pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan. Kemudian warga yang pulang dari Jakarta dan Kalimantan,” ungkap Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Mohamad Riyatno.

Menurutnya, untuk kluster Gowa atau jamaah yang pulang dari Gowa serta kontak erat mereka, terus dilakukan pemantuan serta pemeriksaan. Kemungkinan kuat sudah terjadi penularan lokal.

“Yang terpantau sampai saat ini dari rapid test, hasilnya  reaktif. Ini  adalah hasil penelusuran terhadap kasus konfirm. Sudah mulai ada transmisi kontak erat,” bebernya.

Berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh gugus tugas percepatanan penanganan Covid- 19 terhadap kluster Gowa diantaranya melakukan tes cepat , atau rapid test. Jika hasilnya reaktif langsung dilakukan isolasi. Karena, hampir semua PDP hasil tes reaktif tanpa gejala.

“Kita fokus tracking kluster Gowa dengan tes cepat. Semua yang tes cepat reaktif kita isolasi RS supaya tidak  berisiko menular ke masyarakat. Hampir semua PDP hasil tes reaktif tanpa gejala,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah, keluar rumah untuk hal penting saja dan wajib gunakan  masker.  Tetap ikuti anjuran pemerintah, jaga jarak tidak lakukan kerumunan dan berperilaku hidup sehat.

Sementara itu, dari data perkembangan covid 19 di Kabupaten Wonosobo menujukkan adanya peningkatan jumlah pasien dalam pengawasan. Jumlahnya di dominasi oleh warga dari Kecamatan Garung, Kejajar, Sapuran dan warga Kecamatan Kaliwiro.

Jumlah orang dalam pengawasan saat ini sudah mencapai 2009. Sedangkan pasien dalam pengawasan mencapai  59 orang, dan positif covid 19 sebanyak 17 orang. (gus)