Duet Aziz-Mansyur Sudah Pas dan Cocok, Turun Langsung, Temui Warga

PUBLIK. dr HM Nur Aziz menggelar kegiatan temu warga sekaligus untuk perkenalan dirinya sebagai bakal calon Walikota Magelang, di salah satu rumah makan di Magelang
PUBLIK. dr HM Nur Aziz menggelar kegiatan temu warga sekaligus untuk perkenalan dirinya sebagai bakal calon Walikota Magelang, di salah satu rumah makan di Magelang

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Bakal pasangan calon (Bapaslon) walikota dan wakil walikota Magelang, dr HM Nur Aziz dan KH Mansyur Siraj (Aman), melakukan kegiatan temu warga, Rabu (26/8) malam. Kendati sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang belum membuka pendaftaran calon walikota.

Pertemuan yang dihadiri puluhan warga dan tokoh masyarakat di Kota Magelang itu berlangsung singkat. Bakal calon walikota Magelang, dr HM Nur Aziz menjelaskan biografi dan pengalaman ketika dirinya di Magelang.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr Ashari Pemalang itu mengatakan bahwa dirinya adalah putra Magelang yang lahir pada tahun 1971. Ia bersekolah dari SD hingga SMA di Magelang, sebelum akhirnya berkarir di Tegal dan Pemalang.

Ia mengaku keinginannya mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga karena dorongan memberikan warna perubahan dan perhatian, khususnya masalah kesehatan dan religius masyarakat setempat. ”Saya tinggal di Magelang sudah sejak lama, dan baru beberapa bulan lalu kembali ke sini lagi. Memang kalau dilihat pembangunan Kota Magelang sudah sangat baik, punya infrastruktur, fasilitas memenuhi, bahkan sudah dinobatkan sebagai Magelang Kota Cerdas. Tapi masih ada beberapa persoalan serius,” kata Aziz.

Baca Juga
Gelar Hajatan Wajib Izin Walikota Magelang, Sekda Sosialisasikan Perwal No 30/2020

Ia merinci, beberapa persoalan itu seperti jumlah lulusan SMA dan Sarjana di Kota Magelang masih terlalu sedikit. Kemudian, mata pencaharian sebagai besar masyarakat Magelang yakni sebagai pedagang, kekuatan ekonominya dikatakan masih di bawah rata-rata. ”Apalagi adanya pandemi Covid-19 ini pedagang semakin berkurang pendapatannya,” katanya.

Menurut Aziz, pasanganya, yakni KH Mansyur Siraj sangatlah cocok. Dia menyebut, calon wakilnya itu sosok yang religius, sedangkan dirinya adalah seorang dokter spesialis.”Kita menamakan diri pasangan Aman (Aziz dan Mansyur) memang sangat pas dan cocok. Jika saya berkomitmen terhadap kesehatan jasmani masyarakat, maka KH Mansyur adalah dokter kesehatan rohani bagi masyarakat,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Jokowi Warning Kepala Daerah, APBD Rp226 Triliun Parkir di Bank

Ia mengungkap alasan kesehatan akan menjadi atensi dalam penyematan visi dan misi pencalonannya. Sebab, di Kota Magelang sendiri sejauh ini belum memiliki fakultas kedokteran. Untidar sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN), kata dia, mestinya bisa menjadi potensi, menciptakan SDM di bidang kesehatan dan juga mengangkat ekonomi masyarakatnya.

Menurut Aziz, antara ekonomi dan fakultas kedokteran sangat erat hubungannya. Ia mencontohkan Kabupaten Banyumas, yang sudah memiliki Fakultas Kedokteran di Unsoed. ”Begitu punya fakultas kedokteran, sekarang ramai-ramai orang ke Purwokerto. Harapan saya, mudah-mudahan bisa support fakultas kedokteran di Magelang sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DRPD Jawa Tengah, Arifin Mustofa yang turut hadir pada kesempatan itu menyebut, partainya mendukung pasangan calon Aman berdasarkan kesamaan dan kecocokan visi dan misi partainya.

”Itu DPP PKS pusat telah memberikan rekomendasi. Kami di daerah harus mendukung semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia melanjutkan, rencana pendaftaran bakal calon pasangan Aman akan dikirimkan oleh Ketua Tim Pemenangan Dhian Mega Aryani, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Magelang ke KPU Kota Magelang.

”Kemungkinan saya juga akan mendampingi, tanggal 5 September mendaftar. Cuma ada usulan, bagaimana kalau hari Jumatnya (4 September). Nah, ini nanti tergantung tim pemenangan,” katanya. (wid)