Dua Warga Temanggung Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

dua orang tewas tertimpa pohon beringin
EVAKUASI. Tim SAR BPBD Temanggung bersama masyarakat Desa Petirejo melakukan evakuasi terhadap korban. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Dua orang tewas di tempat setelah rumah mereka tertimpa pohon beringin dengan diameter lebih dari dua meter pada Sabtu (23/11) dini hari. Kedua korban tewas berhasil dievakuasi setelah tim dari TNI, Polri dan SAR BPBD Temanggung serta masyarakat.

Pohon beringin yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun ini, ambruk dan menimpa dua rumah yang lokasinya tak jauh dari pohon tersebut. Saat kejadian, di dalam dua rumah tersebut penghuninya sedang terlelap istirahat. Dua orang yang berada di kedua rumah itu meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius dan mengalami trauma.

“Dua rumah yang tertimpa pohon beringin itu milik Buhari (50) dan Slamet Bejo (50),” terang Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi, Sabtu (23/11).

Baca Juga
Tabebuya Mekar di Magelang Cantik Bagai Musim Semi di Jepang

Sedangkan korban tewas lanjut Gito, dari rumah Slamet Bejo terdapat dua korban meninggal, yakni Nurhayati (40) dan Satria Ramandani (9). Sedangkan di rumah Buhari satu korban mengalami luka pada kaki atas nama Gilang Ramadhan (24).

“Dari rumah Buhari tidak ada yang meninggal dunia, tapi korban mengalami luka patah pada kaki dan trauma,” terangnya.

Ia menyebutkan Gilang Ramadhan dievakuasi sekitar pukul 01.00 WIB, kemudian Nurhayati dievakuasi pukul 03.00 WIB dan Satria Ramandani dievakuasi pukul 03.50 WIB.

“Korban selesai dievakuasi pada pukul 03.50 WIB dan dibawa ke puskesmas untuk penangan lebih lanjut menggunakan mobil ambulan dan Rescue BPBD Kabupaten Temanggung,” ujarnya.

Gito mengatakan dua rumah yang tertimpa pohon beringin mengalami rusak berat. Kerugian yang dialami kedua korban ini diperkirakan lebih dari puluhan juta rupiah.

“Masih dalam taksiran, kalau puluhan juta pasti lebih. Kedua rumah mengalami rusak yang parah,” terangnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini penyebab pasti robohnya pohon beringin itu memang masih menjadi tanda tanya besar, sebab saat roboh tidak sedang dalam kondisi hujan atau angin kencang.

“Perkiraan karena usia dari pohon itu sudah terlalu tua, jadi sudah rapuh,” katanya.

Terhadap korban lanjut Gito, pihaknya sudah langsung memberikan bantuan berupa logistik, selain itu bantuan tenaga dari berbagai unsur dan elemen masyarakat juga sudah dilakukan. Namun demikian pihaknya akan berusaha agar korban menerima bantuan material bangunan.

“Tidak bisa langsung, harus melalui beberapa proses dan tahapan, tapi tetap akan kami upayakan agar korban bisa sesegera mungkin mendapatkan bantuan,” katanya. (set)