Dua Hari Hilang, Jasad ODGJ Ditemukan Terapung di Sungai Bogowonto

EVAKUASI. Petugas kepolisian bersama TNI, PMI, dan warga setempat mengevakuasi jenazah ODGJ yang ditemukan meninggal di Sungai Bogowonto Kelurahan Kedungsari Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
EVAKUASI. Petugas kepolisian bersama TNI, PMI, dan warga setempat mengevakuasi jenazah ODGJ yang ditemukan meninggal di Sungai Bogowonto Kelurahan Kedungsari Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan tewas di Sungai Bogowonto Kelurahan Kedungsari Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Rabu 7 September 2022 pagi.

Saat ditemukan oleh warga setempat, jasad korban dalam kondisi terapung setelah dinyatakan hilang selama dua hari.

Kapolsek Purworejo, AKP Bruyi Rohman Warsito, saat dikonfirmasi  pada Kamis (8/9) menyebut korban diketahui berinisial S (33), warga Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo.

Korban meninggalkan rumah pada hari Senin 5 September 2022 dan sempat dicari-cari oleh keluarganya.

“Menurut keterangan kakak kandungnya, korban mempunyai gangguan jiwa,” sebutnya.

Menurutnya, jasad korban kali pertama dilihat oleh saksi bernama Purnomo (45), warga Kelurahan Kedungsari sekitar pukul 06.00 WIB. Saat menemukan mayat itu, Purnomo sedang berniat akan pergi ke sawah yang berada di seberang sungai.

“Pada saat menyeberang sungai melihat mayat seorang laki-laki tak dikenal yang berada di tengah sungai dalam posisi tengkurap dan sudah mengeluarkan bau yang menyengat,” katanya.

Terkejut sekaligus takut, saksi Purnomo lalu kembali ke atas untuk memberitahukan kepada warga sekitar sungai yang selanjutnya diteruskan kepada petugas Polsek Purworejo untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Piket Polsek, piket Reskrim, PMI dan Koramil Purworejo lalu ke TKP. Tadi dari TKP dibawa ke RSU pemeriksaan luar tidak ada tanda tanda kekerasaan dan dilakukan identifikasi korban dan diketahui identitas korban,” terangnya. (top)