D’Tirip Purworejo Suguhkan Pemandangan Alam Eksotik, Penasaran, Silakan Datang!

D’Tirip Jadi Alternatif Baru Pecinta Wisata Alam dan Kuliner di Purworejo
EKSOTIK. Sejumlah pengunjung menikmati Destinasi Wisata Kuliner D’Tirip yang menyajikan pemandangan eksostik di atas bukit dan aneka kuliner, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebuah destinasi wisata bernama Kuliner D’Tirip hadir di Dusun Tirip Desa Rendeng Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Menyajikan pemandangan alam eksotik dan dilengkapi berbagai wahana, lokasi tersebut menjadi alternatif baru bagi para pecinta wisata sekaligus menghidupkan Dusun Tirip yang berada di wilayah perbukitan.

Kendati berada di atas bukit, lokasinya mudah dijangkau dengan akses jalan yang mampu dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. D’Tirip cukup ditempuh dengan waktu 15 menit dari pusat kota Kabupaten Purworejo dan sekitar 5 menit dari pusat pemerintahan Kecamatan Gebang.

Pantauan Purworejo Ekspres pada Minggu (17/10) pagi, sejumlah pengunjung tampak hilir mudik. Beberapa di antara yang merupakan rombongan satu anggota keluarga duduk santai di gasebo-gasebo sembari menikmati aneka kuliner. Ada pula belasan pesepeda yang mampir untuk sekadar beristirahat, menyantap makanan dan minuman ringan, atau berswafoto dengan latar belakang nuansa pegunungan di bagian timur dan persawahan di bagian barat.

Untuk memasukinya, pengunjung cukup merogoh kocek Rp5 ribu untuk tiket masuk (tarif promo dari harga normal Rp10 ribu).

“Saya sudah dua kali ke sini. Untuk hari ini kebetulan pas gowes bareng teman-teman dari berbagai daerah dan transit untuk istirahat,” kata Koko (55), pesepeda asal Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang yang tergabung dalam Sahabat Cycling Club (SCC).

Diketahui, D’Tirip dikelola oleh CV Diva Group yang bergerak di bidang wisata, optik, dan properti. Keberadaannya secara resmi dibuka sejak 18 juli 2021.

“Selama pandemi Covid-19 kan memang ada pembatasan. Jadi untuk pengunjung, ya belum begitu begitu banyak. Namun, setiap hari ada saja yang berkunjung untuk menikmati suasana di Wisata Kuliner D’Tirip,” kata Kepala Divisi CV Diva, Devi Cahyanti (26).

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Eksistensi “Kebo Bodo” di Tengah Modernisasi Zaman

Tirip dipilih sebagai lokasi wisata karena lokasinya strategis dan memiliki nuansa alam yang tenang dan nyaman karena berada di permukaan bukit. Dalam pengelolaannya, konsep yang diangkat yakni wisata alam dipadu dengan kuliner dengan cita rasa istimewa.

Pengelola menyediakan 4 tempat makan yang nyaman dengan menu terjangkau. Ada mie rebus, bakso, soto, ayam goreng atau bakar, pecel kembang turi, nasi goreng, sosis, kentang goreng, dan aneka minuman dengan harga mulai Rp6 ribu hingga Rp 13 per porsi.

Beberapa wahana yang ada di dalamnya bisa diakses gratis. Selain taman selfi, pengunjung yang membawa anak-anak bisa menikmati fasilitas out bond.

Selain itu ada juga venue permainan berbayar, seperti odong-odong dan mandi bola. Spot olahraga juga tersedia yakni panahan dan berkuda.

“Fasilitas kita ada homestay, kamar mandi, karaoke, out bound, lesehan, dan berbagai permainan di antaranya Panahan, mandi bola dan odong odong. Kita juga menyediakan caffe malam, yakni menikmati suasana malam dari atas bukit,” sebut Devi.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa D’Tirip memang dikelola mandiri oleh CV Diva. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelola tetap melibatkan warga setempat, khususnya para pemuda sebagai karyawan. Hal itu sekaligus untuk menggeliatkan perekonomian di wilayah Dusun Tirip dan sekitarnya.

“Tapi tidak semua. Ada karyawan yang kita libatkan lewat jalur rekruitmen dari desa lain,” ungkapnya. (top)