Dramatis, Penyelamatan Seorang Penambang yang Terjebak di Tengah Sungai Serayu

OPERASI. BPBD Wonosobo bersama dengan aparat dan relawan menggelar operasi penyelamatan terhadap penambang pasir Sungai Serayu.
OPERASI. BPBD Wonosobo bersama dengan aparat dan relawan menggelar operasi penyelamatan terhadap penambang pasir Sungai Serayu.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – BPBD Wonosobo bersama dengan aparat dan relawan menggelar operasi penyelamatan terhadap penambang pasir Sungai Serayu.

Penyelamatan dilakukan terhadap seorang penambang pasir manual yang terjebak di tengah sungai. Penambang tersebut pasrah dan hanya berdiri di atas batuan sementara sementara debit air terus meningkat.

“Kami terima laporan warga via WA, ada penambang yang terjebak di tengah Sungai Serayu kemarin pada pukul 16.00 WIB,” ungkap Kepala BPBD, Bambang Triyono.

Menurutnya, penambang asal Desa Sojokerto Kecamatan Leksono bernama Mardiyono (55). Diduga yang bersangkutan tidak tahu ketika debit air meningkat.

“Jadi dia terjebak di tengah sungai, di area beb tuan,” katanya.

Dikatakan, kronologi kejadian diawali

hujan lebat selama 2 jam lebih yang mengguyur wilayah hulu Sungai Serayu menyebabkan debit air hilir meningkat drastis.

Korban sedang menambang pasir di tengah sungai banjir tiba-tiba datang. Korban tidak sempat menepi satu orang penambang pasir terjebak di tengah sungai.

“Warga yang meliha langsung meminta bantuan ke kantor BPBD dan Polsek leksono,” ujarnya.

Selanjutnya proses penyelamatan dilakukan. Dengan melibatkan relawan dan juga peralatan vertikal dan alat dukungan yang lain.

“Proses penyelamatan dilakukan secara hati hati dan terukur, hal itu agar semua selamat, baik korban maupun relawan, ” katanya.

Korban akhirnya bisa diselamatkan oleh para relawan, dan operasi ditutup. Kepada warga setempat dihimbau waspada. Ketika hujan deras lebih baik menghindari sungai. (gus)