DPU-PR Temanggung Digelontor Rp10 M untuk Peningkatan Jalur Irigasi

KERJA. Sejumlah pekerja sedang melakukan pembangunan jaringan irigasi Aji Watubuan Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
KERJA. Sejumlah pekerja sedang melakukan pembangunan jaringan irigasi Aji Watubuan Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi anggaran sebanyak Rp10 miliar untuk peningkatan jalur irigasi.

Kepala Dinas DPUPR Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, alokasi anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Irigasi yang akan digunakan untuk peningkatan saluran irigasi di sepuluh titik.

“Dari DAK irigasi, Rp10 miliar ini dibagi menjadi 10 paket saluran irigasi di Temanggung,” katanya, Kamis (22/7).

Ia menyebutkan, 10 paket peningkatan irigasi tersebut di antaranya berada di Kecamatan Tembarak, Parakan, Gemawang, Bansari, Ngadirejo Candiroto dan Kecamatan Kedu.

“Besaran anggaran untuk masing-masing paket yakni antara Rp700 juta sampai dengan Rp2 miliar, tergantung dari lokasi peningkatan saluran irigasi,” jelasnya.

Salah satu paket peningkatan saluran irigasi yakni saluran irigasi di Aji Watu Buan di Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak. Anggaran peningkatan di lokasi ini sebanyak Rp1,07 miliar.

“Sesuai dengan rencana yang ada peningkatan saluran irigasi ini akan dilakukan selama 120 hari kerja dan pembangunan peningkatan saluran irigasi ini dilaksanakan oleh CV Sendang Anugrah,” jelasnya.

Menurutnya, dari 10 paket pembangunan peningkatan saluran irigasi tersebut yang paling banyak anggarannya yakni pembangunan peningkatan di Desa Mangunsari Kecamatan Ngadirejo dengan anggaran sebanyak Rp2 miliar.

Pembangunan peningkatan jalur irigasi sepanjang 14,8 kilometer di Kabupaten Temanggung ini rencananya akan mengairi sawah seluas kurang lebih 4.508 hektar.

Kabupaten Temanggung menjadi kabupaten penerima DAK Irigasi terbanyak di Karesidenan Kedu yakni sebanyak Rp10 miliar. Daerah lain hanya menerima antara Rp3 miliar – Rp5 miliar saja.

Dengan adanya pembangunan peningkatan saluran irigasi ini, ke depan bisa semakin meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di sektor pangan yakni padi.

“Pembangunan peningkatan ini sudah selesai, maka petani tidak akan lagi kesulitan air, sehingga diharapkan ke depan produktivitas pertanian semakin meningkat. Dengan demikian kesejahteraan petani bisa tercapai,” harapnya. (set)

Artikel Menarik Lainnya :  Temanggung Siap Jadi Sentra Penghasil Cabai