DPRD Wonosobo Minta Semua Pihak Bersatu Tangani Pandemi Covid-19

DPRD Wonosobo Minta Semua Pihak Bersatu Tangani Pandemi Covid-19
DPRD Wonosobo Minta Semua Pihak Bersatu Tangani Pandemi Covid-19

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Peningkatan jumlah pasien covid-19 di Wonosobo dalam bulan Agustus 2020 mendapat perhatiaon serius dari Komisi D DPRD Wonosobo bidang kesehatan. Wakil rakyat meminta seluruh pihak untuk disiplin dan patuhi protokol kesehatan.

“Ini cepat sekali, belum genap satu bulan bertambah hingga seratus pasien, perlu penanganan lebih cepat dan sistematis di semua lini,” ungkap Ketau Komisi D DPRD Wonosobo Ahmad Faizun kemarin.

Menurutnya, jika peningkatan jumlah pasien positif covid 19 ini disebut sebagai gelombang kedua, maka situasi ini akan semakin menyulitkan.  Karena, beberapa waktu lalu kondisinya sudah nyaris seperti sembuh dan warga kembali beraktivitas seperti biasa.

“Ini menjadi dilematis, masyarakat anggap situasi sudah normal seperti dulu, ternyata ada peningkatan yang signifikan, maka butuh kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini,” katanya.

Di sisi lain, kepentingan ekonomi dan kesehatan dalam yang harus berjalan bersama, ternyata diakui tidak mudah dilakukan. Sebab masing-masing memiliki tolak ukur yang berbeda. Jika di sektor bisnis dan wisata, semakin ramai semakin baik, sedangkan di protokol kesehatan diminta untuk jaga jarak dan pembatasan.

“Di sini pemerintah daerah harus mencari solusi yang tepat agar keduanya bisa berjalan secara simbang, ekonomi tetap hidup, protokol kesehatan seabgai sarana untuk menekan angka penularan covid 19 tetap dilakukan dengan disiplin,” ujarnya.

Laju pertambahan kasus positif covid-19 di Kabupaten Wonosobo kian masif. Dalam sehari saja, sebanyak 26 hasil uji swab terkonfirmasi positif, sehingga kini akumulasi covid-19 telah mencapai 183 kasus.

Masyarakat diminta bersedia menyikapi situasi tidak menguntungkan ini dengan serius, waspada dan patuh terhadap imbauan untuk menaati protokol kesehatan covid-19.

Selain dikuatkan dengan Instruksi Bupati Nomor 165 Tahun 2020, upaya pemkab untuk mengedukasi warga juga akan masif dilakukan melalui berbagai media, termasuk melalui siaran keliling ke 15 wilayah se-Wonosobo.

Artikel Menarik Lainnya :  Saluran Air di Pusat Kota Wonosobo Tersumbat Sampah Hingga Puluhan Kwintal

Kabid pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes,  Jaelan Sulat, ketika dihubungi melalui sambungan telpon, mengakui pentingnya kewaspadaan lebih di segenap elemen masyarakat.

“Saat ini di semua wilayah yang kita temukan kasus positif, sedang berlangsung pelacakan kontak dengan swab massal, seperti di Kalibawang, Kalikajar, Kaliwiro, Garung, Kejajar, Mojotengah, dan Wonosobo,” terangnya.

Hasil tracing tersebut, menurutnya berpotensi menambah kasus positif dalam jumlah yang jauh lebih besar. Penyebaran covid-19 gelombang kedua, setelah sempat stabil tanpa penambahan sepanjang Juli lalu, disebut Jaelan bisa lebih dahsyat. Sehingga, diperlukan kesadaran dari warga masyarakat untuk patuh pada imbauan 3M alias Mengenakan masker saat berada di luar rumah, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga jarak aman saat berinteraksi di area publik.

“Untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kami juga berharap agar semua warga yang kontak erat dengan penderita positif, bersedia dilakukan swab secara sukarela, serta melakukan isolasi ketat mandiri sampai hasil swab keluar,”  pungkasnya. (gus)