DPRD Wonosobo Ingatkan Pemkab, Arus Mudik Tahun Ini Lebih Besar

KETERANGAN. Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Amir Husein menyampaikan keterangan.
KETERANGAN. Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Amir Husein menyampaikan keterangan.

WONOSOBO, MAGELANGEKPRES.COM– DPRD Wonosobo mendorong pemkab bersama sektor yang lain, untuk memastikan mudik dan libur lebaran tahun 2022 berjalan dengan lancar. Pasalnya perayaan lebaran tahun ini dipastikan berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tahun 2022 ini bakal berbeda, bahkan jika dilihat saat ini keramaian sudah muncul dimana-mana, terutama di pusat perbelanjaan. Hal itu dipastikan akan meningkat hingga lebaran nanti,” ungkap Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Amir Husein, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan data nasional, ada 85 juta masyarakat akan melakukan mudik, dan sebagian besar akan melalui transportasi darat. Bahkan untuk wilayah Jateng diperkirakan ada 6 juta orang lebih yang mudik. Itu artinya akan terjadi penambahan kepadatan di berbagai sektor baik lalulintas orang maupun barang serta sektor wisata.

“Untuk Kabupaten Wonosobo jumlah perantau sangat besar, setelah dua tahun tidak ada mudik, tahun ini mereka akan berbondong-bondong pulang kampung,” tandasnya.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya meminta rapat koordinasi lintas sektoral yang sudah digelar oleh pemerintah dengan instansi yang lain untuk bisa dijalankan dan dikawal dengan baik. Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya soal keamanan, kelancaran, harga harga kebutuhan pokok dan energi, kesehatan dan sektor wisata.

“Keberhasilan melancarkan kegiatan libur lebaran ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur kinerja pemerintah juga, apakah mereka sigap atau tidak,” katanya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengemukakan, jelang hari raya Idul Fitri tahun 2022, Pemkab Wonosobo menggelar rakor lintas sektoral. Rakor yang melibatkan multipihak tersebut untuk memastikan kegiatan jelang hingga pasca lebaran berjalan dengan aman dan lancar.

“Secara umum semua sudah diantisipasi, baik itu jalur mudik, kondisi ketersediaan sembilan bahan pokok, kegawatdaruratan dan juga objek wisata. Selain itu kita akan dirikan pos pam di 6 titik rawan,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan berbagai persiapan yang menyangkut pelayanan umum kepada masyarakat sudah terencana dengan matang.  Seperti antisipasi potensi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas (lalin), peningkatan kebutuhan layanan transportasi dan infrastruktur, peningkatan kebutuhan BBM dan gas, peningkatan permintaan kebutuhan pokok masyarakat dan kecenderungan peningkatan harga, potensi gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat, potensi rawan bencana, dan peningkatan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Afif juga menyinggung perihal upaya menjaga inflasi 2022 dan menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan dan Hari Raya idul Fitri 2022,  langkah strategis meliputi pemantauan harga kebutuhan pokok terutama beras, telur, daging ayam ras, daging sapi, cabai, bawang, minyak goreng, dan gula pasir secara harian dan memastikan ketersediaan stok dan pasokan bahan kebutuhan pokok di wilayah masing-masing.

“Saya meminta kepada dinas instansi terkait untuk secara aktif berkoordinasi dan bersinergi, dalam rangka memantau harga kebutuhan pokok, dan memastikan ketersediaannya,” tandasnya. (gus)