DPRD Purworejo Panggil Gugus Tugas, Kasus Positif Covid-19 Melonjak

EVALUASI. DPRD bersama GTPP melakukan rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung B DPRD setempat, 
EVALUASI. DPRD bersama GTPP melakukan rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung B DPRD setempat, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo memanggil Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 bersama jajarannya untuk melakukan rapat evaluasi bersama di Gedung B DPRD setempat, Kamis (30/7). Evaluasi dilakukan agar Pemkab dapat mengambil langkat cepat untuk menyikapi terus melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Rapat diikuti jajaran GTPP serta instansi terkait dan para pimpinan DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, saat dikonfirmasi usai acara menilai bahwa pendemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo saat ini sangat mengkhawatirkan. Selama sekitar 2 pekan dalam bulan Juli ini saja, ada penambahan kasus positif yang jumlahnya hampir sama dengan 3 bulan selama masa tanggap darurat.

“Maka DPRD ingin mendorong agar Pemkab dan gugus tugas untuk melakukan evaluasi bersama melakukan perbaikan sehingga dapat mengambil langkah cepat,” katanya.

Dion menilai bahwa Perbup, regulasi, atau aturan-aturan terkait penanganan Covid-19 yang dibuat oleh Pemkab sudah cukup baik. Hanya saja, masih lemah dalam hal sosialisasi dan penegakannya. Sebagai contoh, penegakan terkait pembatasan-pembatasan kegiatan di masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Misalnya, sosialisasi sudah massif atau belum. Kita tidak bisa serta merta menyalahkan kesadaran masyarakat yang kurang, tanpa disertai penegakan Perbub dan aturan-aturan pengikutnya maupun sosialisasi,” sebutnya.

“Bukan kemudian kita mau melarang, tapi bagaimana kegiatan masyarakat dan roda perekonomian bisa berjalan dengan protokol yang ketat,” imbuhnya.

Terkait penyerapan anggaran, Dion menilai sudah cukup baik. Namun, pihaknya mendorong agar Pemkab dapat mempercepat penyaluran Bansos JPS tahap 2 yang hingga saat ini belum diluncurkan.

Baca Juga
Gelombang 2 Covid-19 di Purworejo Terus Bertambah, Total Positif 176 Orang

Artikel Menarik Lainnya :  Sejumlah Desa Wisata di Purworejo Mulai Bergeliat, Bangun dari “Tidur Panjang” Akibat Pandemi

“Hasil konfirmasi dengan eksekutif tadi masih menunggu sinkronisasi data dengan desa. Ini kita dorong agar bisa dipercepat supaya stimulus-stimulus ekonomi ini bisa dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian menegaskan bahwa selama ini Gugus Tugas telah berupaya secara maksimal. Termasuk dalam hal sosialisasi hingga ke desa-desa menyasar berbagai elemen masyarakat. Namun, pihaknya mengakui bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih kurang.

“Meingkatkan kepatuhan warga masyarakat pada protokol kesehatan, itu penting sekali. Dengan demikian maka kita selangkah sudah bisa memutus mata rantai penularan Covid-19,” jelasnya.

“Apapun yang terjadi, kita tidak ingin Purworejo mengalami globing kedua yang dahsyat. Himbauan dan sosialisasi terus kita lakukan ,” lanjutnya.

Terkait anggaran penaganan, Bupati menyebut bahwa hingga saat ini masih aman. Dari sekitar Rp62 miliar yang teranggarkan, sudah terserap sekitar 62 persen.

“Anggaran akan kita gunakan sampai Desember,” sebutnya.

Sementara mengenai Bansos atau JPS, Bupati menyatakan bahwa Pemkab terus melakukan penyaluran terhadap masyarakat yang tidak terkover pemerintah pusat dan provinsi. Pihaknya menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk memperlambat bantuan.

“Memang agaknya terlihat terlambat, tapi tidak. Karena kebeutuhannya memang kita ini kan nutup yang lubang-lubang yang tidak dicover oleh pemerintah pusat  dan provinsi,” tegasnya. (top)