DPRD Kabupaten Magelang Dorong Pengembangan Wisata Budaya

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Grengseng Pamudji

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG— Kegiatan pariwisata di Kabupaten Magelang saat ini sedang terpuruk akibat dihantam pandemi covid-19. Kondisi ini tetap bisa menjadi peluang untuk mengembangkan pariwisata pola baru kepada masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Grengseng Pamudji, mengungkapkan saat ini pariwisata Magelang macet. Bahkan, hanya 30 persen saja yang masih berjalan.

Menurutnya, hanya pariwisata tertentu yang masih bisa tetap bertahan. Ribuan pelaku pariwisata mulai pengelola destinasi wisata, restoran, hotel, biro perjalanan, pemandu wisata dan transportasi saat ini tidak bisa menjalankan kegiatan usahanya.

“Namun demikian, pandemi covid-19 ini bukan hanya mematikan, tetapi juga bisa menjadi peluang. Situasi saat ini bisa dijadikan momentum untuk mendorong pariwisata agar lebih inovatif dalam bentuk lain,” jelasnya.

Ia menegaskan pariwisata di Kabupaten Magelang bukan hanya Candi Borobudur, tetapi ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Konsep yang dicetuskan politisi PDI Perjuangan ini adalah pariwisata berbasis budaya.

Budaya yang dimaksudkan bukan hanya dalam pengertian sempit berupa kegiatan seni budaya tetapi budaya masyarakat dalam arti luas yakni tradisi dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga
Komunitas Letter Hiasi Dinding Artos Mall

Sejumlah objek wisata muncul di Kabupaten Magelang di masa pandemi ini, di antaranya wisata alam puncak Silancur di Kecamatan Kaliangkrik yang menawarkan pemandangan gunung Sumbing dan lembah Magelang, Taman Svargabumi di Borobudur yang menawarkan spot foto persawahan yang eksotik dan Nepal Van Java yang menawarkan pemandangan pemukiman bertingkat di Gunung Sumbing.

Objek wisata yang muncul tersebut, menurut Grengseng, merupakan jenis wisata budaya yang memanfaatkan potensi yang sudah ada di wilayah setempat. Pegunungan dan lembah adalah anugrah alam Kabupaten Magelang. Pertanian, persawahan dan kehidupan masyarakat pegunungan adalah budaya masyarakat Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Mayoritas Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Rawan Bencana

Tidak perlu ada penciptaan atau pembangunan sebuah objek wisata baru tetapi kegiatan budaya masyarakat setempat ternyata menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Nah, seperti ini, inovasi tidak harus membuat wisata baru, tetapi memanfaatkan potensi yang sudah ada menjadi tempat wisata,” jelas Grengseng.

Potensi yang sudah ada ini, harus didukung untuk pengembangannya. Di sinilah peran Pemerintah Daerah diperlukan. Pemda perlu mendorong masyarakat untuk mememanfaatkan budaya mereka menjadi daya tarik wisata. Pemda juga perlu melakukan sinkronisasi dan memberikan guidance (petunjuk) untuk arah pengembangan pariwisata ke depan.

Masyarakat lokal sebagai pemilik wilayah, tentu ingin bisa berkembang dan meningkatkan kualitas objek wisatanya. Pemerintah sebagai pengelola negara juga memiliki arah pembangunan ke depan termasuk di bidang pariwisata.  Sinkronisasai harus dilakukan antara keinginan warga lokal terhadap konsep pembangunan di Kabupaten Magelang, sebab masing-masing tidak bisa berdiri sendiri. Pihaknya mendorong Pemda untuk lebih memprioritaskan pariwisata melalui kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi dan pembangunan infrastruktur yang spesifik sesuai budaya setempat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo menambahkan poin penting dalam pariwisata yakni promosi. Saat ini, promosi wisata bisa dilakukan memanfaatkan teknologi, yakni melalui media sosial Facebook, Instagram, TikTok dan lainnya.

“Banyak objek wisata baru di Magelang ini menjadi booming karena media sosial. Pemerintah harus mensupport kegiatan promosi agar jangkauan menjadi lebih luas,” kata politisi Partai Golkar ini.

Terakhir, ia mengingatkan untuk semua insan pariwisata untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan virus covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Untuk tempat wisata, ia secara khusus menyarankan agar menerapkan pembatasan pengunjung agar tidak berkerumun, yakni dengan menerapkan konsep bergiliran masuk. (adv)

Artikel Menarik Lainnya :  Tanpa harus Datang ke Kantor, BPJS Kesehatan Magelang Tingkatkan Layanan Online