DPRD Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-190, Ketua DPRD: Saatnya Bersatu, Tidak Ada Lagi 01, 02 dan 03

HARI JADI. Rapat Paripurna Hari Jadi ke-190 yang digelar DPRD Kabupaten Purworejo. Tampak Bupati menerima potongan tumpeng dari Ketua DPRD. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi mengajak seluruh elemen masyarakat di Purworejo bersatu kembali bersama-sama membangun Purworejo. Pasalnya, tak bisa dipungkiri prosesi Pilkada 2020 lalu persinggungan antara pendukung tiga pasangan calon di tengah-tengah masyarakat Purworejo cukup terasa.

“Itu merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam dinamika kehidupan berdemokrasi. Maka ketika kontestasi Pilkada telah usai sekat 01, 02 maupun 03 sudah semestinya disudahi. Waktunya bersatu, bersama-sama membangun Purworejo yang lebih baik lagi,” kata Dion di Gedung DPRD (27/2).

Dalam kesempatan tersebut, Dion juga menyampaikan beberapa pesan kepada Bupati Purworejo. Berkaitan dengan sektor ekonomi, Dion mengapresiasi berdirinya Pasar Purworejo.

“Kami berharap terjadi pemetaan dan penataan pasar yang baik, agar pedagang dan pembeli nyaman. Pasar tersebut bisa jadi pusat perekonomian baru serta roda perekonomian berjalan baik,” harapnya.

Dion juga menyoroti sektor pertanian terutama kelangkaan pupuk subsidi. Disarankan, pemkab terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar pupuk subsidi terjamin.

“Dinas Pertanian terus mendorong petani menggunakan pupuk organik untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” kata dia.

Pada bidang pariwisata, Dion menyebutkan kabupaten ini dipenuhi obyek wisata. Obyek wisata baru perlu didukung promosi agar masyarakat luar kota dan dalam kota bisa mengenal dan menikmati.

Selain itu, juga diperlukan penyiapan SDM pariwisata untuk membangun sarana dan prasana obyek wisata menjadi wisata unggulan.Terkait bidang pendidikan dia menyoroti regrouping Sekolah Dasar (SD) yang menimbulkan pro dan kontra.

“Perlu sosialisasi yang dialogis agar tidak mengganggu sekolah yang berdampak, kita harus selesaikan bersama. Yang penting jangan sampai pengorbanan guru honorer tidak dihargai, agar bisa mencari solusi yang baik,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Dua Pekan Diburu, Polisi Akhirnya Berhasil Amankan ODGJ

Dalam sejarah, lanjut Dion, Purworejo pernah menjadi pusat pendidikan di negeri ini, ditandai adanya Sekolah Guru yang saat itu menggunakan gedung SMAN 7 Purworejo.

“Saya berharap Kabupaten Purworejo bisa menjadi kota pendidikan untuk orang-orang yang mengenyam ilmu,  bukan saja dari Purworejo tapi juga dari luar Purworejo,” kata Dion.

Dion juga menyinggung Pandemi Covid-19. Program vaksinasi adalah momen yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Bagaimana nanti ketika vaksin yang berada di tengah masyarakat umum, sudah tidak ada rasa khawatir. Ini merupakan program pemerintah pusat turun ke provinsi dan kabupaten/kota. Program ini tidak dapat berjalan lancar tanpa kerja sama,” jelasnya.

Pihaknya optimistis jika program ini berjalan baik maka pandemi bisa ditekan seminimal mungkin.

Bicara tentang hari jadi Purworejo kali ini yang tidak meriah dibanding sebelumnya, dia mengakui spirit hari jadi 190 harus ditangkap dengan mengedepankan kerja sama, gotong royong untuk memberikan pengayoman kepada masyarakat.

Baca Juga
Tingkatkan Kapasitas, DPRD Wonosobo Gelar Workshop Soal SIPD

Sementara itu, dalam pidatonya, Bupati Agus Bastian mengajak rakyatnya senantiasa bersyukur karena telah dianugerahi wilayah yang kaya potensi warisan sejarah dan semangat patriotisme warganya yang luar biasa.

“Meskipun kemeriahan peringatan Hari Jadi tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19, namun saya berharap tidak mengurangi makna dan kekhidmatannya,” harapnya.

Merujuk Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019, Hari Jadi Kabupaten Purworejo ditetapkan 27 Pebruari 1831 Masehi. Penetapan tanggal itu tujuannya untuk memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo dan masyarakat menyelenggarakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo.

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo yang mengambil momentum perubahan nama Brengkelan menjadi Purworejo, diharapkan dapat memantapkan jati diri dan melengkapi identitas serta memotivasi masyarakat dan pemerintah membangun daerah.

Artikel Menarik Lainnya :  Gelar FGD, DPRD Purworejo Siapkan Raperda FPP

Nama Brengkelan yang dikukuhkan menjadi nama Purworejo menjadi salah satu aset yang memiliki nilai historis dan filosofis. Nama Purworejo dimaknai sebagai awal kemakmuran.
Pemaknaan Purworejo sebagai awal kemakmuran diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus melaksanakan pembangunan, mewujudkan kemakmuran yang nyata bagi seluruh warga masyarakatnya.

“Kita wajib bersyukur dengan menjadikan hari jadi ini sebagai sebuah inspirasi dan motivasi, untuk memberikan warna bagi perjalanan Kabupaten Purworejo dengan karya dan prestasi, demi mewujudkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Bupati berjanji akan terus berjuang penuh dedikasi dan tanggung jawab, sebagaimana masyarakat telah memberikan kepercayaan yang tulus kepadanya untuk kembali mengemban amanah pada periode kedua ini. (adv/luk)