Dosen Untidar Gelar Pelatihan Rancang Jam Digital

MENGABDI. Dosen Untidar menggelar pelatihan jam digital saat melakukan kegiatan masyarakat di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Senin 15 Agustus 2022
MENGABDI. Dosen Untidar menggelar pelatihan jam digital saat melakukan kegiatan masyarakat di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Senin 15 Agustus 2022

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Lagi, dua dosen Universitas Tidar kembali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Senin 15 Agustus 2022.

Kali ini, kegiatan pengabdian yang digawangi oleh Fuad Hilmy, S.T., M.T. dan Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng berupa “Pelatihan Implementasi Internet of Things (IoT) dalam Perancangan Jam Digital Berbasis Mikrokontroler”.

Peserta pelatihan adalah pemuda-pemudi setempat beserta jajaran IPNU dan IPPNU Desa Kalirejo.

Kegiatan yang dilaksanakan di serambi Masjid Sabilul Muttaqin Dukuh Gumuk Desa Kalirejo ini dimulai dengan pelatihan dasar-dasar perancangan jam digital berbasis mikrokontroller dan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa jam digital berbasis mikrokontroller karya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Tidar.

“Kenang-kenangan berupa jam digital berbasis mikrokontroller ini diharapkan dapat dipajang di Masjid Sabilul Muttaqin dan bisa bermanfaat untuk para jama’ah dalam mengingat waktu sholat,” ujar Ikhwan Taufik dalam sambutannya.

Hal tersebut pun disambut baik dan gembira oleh kepala desa, warga yang hadir dan peserta pelatihan. Agus Prasetya selaku Kepala Desa Kalirejo juga mengucapkan terima kasih atas semuanya, baik pelatihan yang dilaksanakan maupun jam digital yang diberikan.

Kebetulan, Masjid Sabilul Muttaqin belum punya jam digital seperti ini. Selain berterima kasih, kepala desa juga berpesan kepada masyarakat setempat, “Silakan jam dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Pelatihan juga diikuti dengan seksama, agar jika suatu saat jam tersebut rusak, para peserta bisa berdiskusi dengan mahasiswa dan diharapkan bisa memperbaikinya sendiri.”

Choirul Anam mewakili peserta pelatihan yang lain juga berterima kasih atas kegiatan pengabdian ini. Ia berharap, ilmu yang telah diberikan akan bisa dikembangkan. (rls/me)