Dolalak Kembali Warnai Ajang Seni Internasional

0
612
Dolalak Kembali Warnai Ajang Seni Bertaraf Internasional
TAMPIL. Para penari Prigel menampilkan Dolalak dalam ajang Borobudur International Arts Performing Festival 2019, akhir pekan kemarin.

PURWOREJO– Tari Dolalak Purworejo kembali diusung oleh Sanggar Tari Prigel dalam ajang Festival Seni bertaraf Internasional yakni Borobudur International Arts Performing Festival 2019. Garapan Tari Lentera Jawa II sukses mewarnai even yang berlangsung  di Taman Lumbini  Kompleks Candi Borobudur, Magelang pada Sabtu (6/7) kemarin.

Melani Sinaring Putri, Ketua tim yang juga pimpinan Sanggar Tari Prigel, menyebut undangan tampil di Borobudur International Arts Performing Festival (BIAPF) merupakan kali ke-2 bagi Sanggar Tari Prigel. Sebelumnya, sebelumnya Prigel juga diundang pada festival yang sama tahun 2014.

Menurutnya, Tari Dolalak Lentera Jawa II kali ini dikemas dalam sebuah sajian baru yang menggambarkan karakter wanita remaja yang lincah, ceria, anggun namun tetap tegas dalam setiap gerakannya. Tari Lentara Jawa juga tidak meninggalkan gerak-gerak khas Tarian Dolalak seperti ngetol, kirig, pencik dan lain sebagainya sehingga menambah keunikan tarian ini. Perempuan-perempuan cantik berlenggok dalam riuh rasa dan suara musik tetabuhan.

“Tari Lentera Jawa II merupakan pengembangan dari Tari Lentera Jawa I yang dipentaskan dalam BIAPF pada tahun 2014. Perpaduan gerak dan musik memberikan sentuhan warna yang berbeda, yang mewarnai dinamika garapan tari Lentera Jawa,” sebutnya, Senin (8/7).

Melania mengungkapkan, adanya undangan itu menjadi salah satu bukti bahwa kesenian Purworejo cukup di perhitungkan dalam lingkup nasional. Lebih dari itu, hal ini menunjukkan konsistensi Sanggar Tari Prigel mengajak generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan merawat seni budaya lokalnya.

Sementara itu, pendamping delegasi, Achmad Fajar Chalik (40), menyampaikan bahwa delegasi seni ini terdiri dari 22 orang yang merupakan kolaborasi lintas usia. Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga penari profesional. Antusias penonton di Brorobudur cukup baik terhadap sajian tari Dolalak Purworejo.

“Untuk pentas kemarin kami membutuhkan waktu satu minggu. Kebetulan saat ini bertepatan dengan musim liburan sehingga tidak ada kendala untuk penari yang berstatus pelajar,” ujar Achmad Fajar Chalik. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here