Diterpa Hujan Deras, Kecamatan Garung Wonosobo Dikepung Banjir

GENANGI. Banjir besar terjadi di Desa Tegalsari, menggenangi  50 rumah, lapangan desa dan juga jalan jalan perkampungan
GENANGI. Banjir besar terjadi di Desa Tegalsari, menggenangi  50 rumah, lapangan desa dan juga jalan jalan perkampungan

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali terjadi di Kabupaten Wonosobo, Kamis (10/3/2022) sore. Akibatnya terjadi banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Salah satunya Kecamatan Garung. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun sejumlah fasilitas umum dan perkantoran terendam air.

“Banyak titik banjir dan longsor di Kecamatan Garung, hujan memang sangat lebat, durasi cukup lama,” ungkap Kalak BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, ada beberapa titik banjir yang dilaporkan terjadi di Kecamatan Garung, diantaranya di kompleks perkantoran Kecamatan Garung, kantor Koramil, Pasar Garung, dan Puskesmas Garung yang terendam air.

“Sedangkan laporan dari desa di wilayah Kecamatan Garung, banjir paling besar terjadi di Desa Tegalsari dan Mlandi yang mengalami longsor,” terangnya.

Untuk banjir di Desa Tegalsari ada beberapa diantaranya Dusun Curug, Pringapus dan Dusun Kandangan mengakibatkan banjir bandang yang menghantam 4 RT di Desa Tegalsari Kecamatan Garung. Banjir menggenang dan memasuki rumah warga, dengan  sejumlah 50 KK dan 20 kolam ikan, dan sawah seluas 5 hektar.

“Saat kejadian warga yang melihat air mirip ombak berupaya menyelamatkan diri serta memberitahu warga agar lari ke tempat aman dan melaporkan ke pihak terkait,” katanya.

Pihaknya masih terus menerima laporan dari relawan di seluruh kecamatan dan tim BPBD yang terjun kelapangan. Selain itu pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk tim SAR.

“Kita terus melakukan monitoring dan komunikasi terkait kondisi pasca hujan besar,” ujarnya.

Sementara Itu, Kabid SDA DPUPR Wonosobo, Eko Premono mengatakan, tim lapangan bidang SDA sudah turun memantau kondisi saluran air yang masuk wilayah perkotaan. Saluran yang tersumbat sampah langsung dibersihkan.

“Saluran air dan drainase di kota terus kami pantau, sebab belakangan hujan deras juga membawa sampah dan material longsor yang cukup banyak dan menyumbat saluran,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat untuk proaktif memantau kondisi saluran air, drainase dan juga gorong-gorong di lingkungan masing-masing, sebab curah hujan belakangan cukup tinggi, sehingga  perlu langkah antisipasi banjir dengan melakukan gotong royong. (gus)