Disperinaker Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Untuk Karyawan Kena PHK

DISPERINAKER. Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, siapkan program pelatihan bagi tenaga kerja yang terkena PHK.
DISPERINAKER. Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, siapkan program pelatihan bagi tenaga kerja yang terkena PHK.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Guna mengatasi masalah karyawan (tenaga kerja) yang terkena PHK dampak pandemi Covid 19, Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, mengadakan program pelatihan kepada tenaga kerja yang perusahaannya pailit selama masa pandemi Covid 19.

Selama masa pandemi Covid 19 menurut data  terdapat 769 tenaga kerja yang terkena PHK diwilayah Kabupaten Magelang. Adapun jumlah keseluruhan perusahaan di Kabupaten Magelang terdapat 366 perusahaan. Adapun yang tutup saat masa pandemi terdapat empat perusahaan.

“Empat perusahaan yang tutup mayoritas adalah rumah makan, kemudian peternakan dan ada perusahaan perekrutan tenaga kerja yang juga tutup,” ucap Kepala Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, Sukamtono.

Kepada tenaga kerja yang terkena PHK, menurut Sukamtono, mereka diarahkan untuk terjun menjadi wira usaha baru. Melalui Program Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, mereka diberikan pelatihan untuk diarahkan sebagai wira usaha baru, diantaranta bidang boga, pangkas rambut, salon dan lain-lain.

“Para tenaga kerja yang terkena PHK, kami arahkan untuk membuka usaha baru, agar dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19 ini, karena mereka menjadi rentan secara ekonomi,” terang Sukamtono.

Sukamtono, menjelaskan, program tersebut berbeda dengan program Balai Latihan Kerja (BLK), dimana untuk program BLK dikhususkan mencari peserta untuk pencari kerja (pencaker). Sedangkan yang dari dinas kemasyarakat langsung adalah untuk menjangkau kelompok rentan ekonomi, termasuk korban PHK.

“Dinas Perinaker terjun langsung ke beberapa wilayah. Jadi untuk pelatihan wirausaha baru, pihak kami yang mendatangi obyek.

Ada perbedaan dengan BLK, karena untuk BLK pesertanya datang ke BLK, karena pesertanya adalah para pencari kerja baru,” papar Sukamtono.

Sukamtono menambahkan, dengan program tersebut, diharapkan program tersebut dapat menambah keterampilan berwirausaha.

Artikel Menarik Lainnya :  Perhatian! Masuk Candi Borobudur Harus Memiliki Aplikasi PeduliLindungi

“Program yang kami pilihkan merupakan program yang bisa dijalankan dan dibutuhkan masyarakat,” pungkas Sukamtono.(cha)