Diskusi Bareng Anggota Dewan Riset, Dorong Siswa Berani Berinovasi

Berani Berinovasi
DISKUSI. Para siswa Smada mengikuti diskusi tentang inovasi bersama perwakilan DRD Wonosobo, di lab kimia,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Pada momentum menjelang Penilaian Akhir Semester (PAS), selain menggelar agenda seperti penampilan hingga lomba, para siswa SMAN 2 Wonosobo (Smada) juga diajak untuk berdiskusi tentang inovasi. Hal itu digagas guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) setempat Trining Puspita yang menghadirkan perwakilan Dewan Riset Dearah (DRD) Wonosobo bersama beberapa alumni Smada dalam diskusi bersama anggota ekstra KIR, di lab kimia, Jumat sore (22/11).

Menurut Trining, selain untuk menumbuhkan ekosistem riset dan inovasi di sekolah, agenda diskusi itu diharapkan bisa memotivasi para siswa untuk tidak ragu mengikuti kompetisi inovasi seperti Krenova. Beberapa alumni yang diundang pun juga kini berkarier di Bappeda Wonosobo di bidang Litbang.

“Meskipun sudah ada yang ikut Krenova selama beberapa tahun terakhir, harapannya para siswa bisa semakin termotivasi untuk bisa mewujudkan karyanya menjadi sebuah inovasi yang bisa diperkenalkan ke masyarakat. Salah satunya lewat kompetisi dan juga lewat karya tulis yang bisa mereka susun lewat ekstra KIR ini. Peserta agenda ini bahkan ada beberapa dari luar ekstra KIR,” ungkapnya.

Baca Juga
Bunga Tabebuya yang Mirip Sakura Mekar di Magelang

Belasan peserta yang memadati bangunan lab bekas ruang kelas itu diajak menyimak berbagai pengalaman para pembicara sekaligus diajak mengajukan judul untuk subjek penelitian mereka berikutnya. Menurut Nur Saudah Al Arifa, salah satu anggota Dewan Riset Daerah Wonosobo, kreatifitas mereka dalam memilih topic cukup bagus. Bahkan hanya dalam hitungan menit saja mereka bisa membayangkan berbagai solusi atas berbagai masalah yang mungkin bisa diselesaikan lewat inovasi.

“Kebetulan saya juga seorang alumni Smada dan saya bangga banyak dari siswa sini yang sudah aktif di kompetisi inovasi. Salah satunya bahkan berhasil membawa Ravi Ramadhani hingga sampai ke kompetisi Internasional,” ungkap Nur yang merupakan penggagas gerakan Wonosobo Mengajar itu.

Para peserta diskusi selain diajak untuk membayangkan bagaimana kebutuhan di masa depan menjadi lahan yang sangat terbuka bagi inovasi, juga didorong untuk menambah asupan bacaan lewat membaca jurnal penelitian ilmiah yang sudah ada untuk referensi. Sehingga mereka tidak mengulangi apa yang sudah diteliti sebelumnya.

“Harapan saya, peserta ini meski tidak semuanya anggota KIR, mau mengembangkan gagasannya menjadi sebuah temuan atau diajukan untuk bisa menjadi karya ilmiah. Asupan bacaan yang berbobot kini mudah ditemui, bahkan modalnya cukup lewat internet. Beda dengan dahulu kita harus mencari langsung di perpustakaan,” ungkap Hendrik, salah satu pemateri. (win)